Setiap orang tua tentu ingin anaknya sukses dan bahagia. Namun, keinginan tersebut kadang membuat sebagian orang tua tanpa sadar menerapkan pola asuh yang disebut snowplow parenting.

Istilah snowplow parenting, yang juga dikenal sebagai lawnmower parenting atau bulldozer parenting, menggambarkan cara pengasuhan ketika orang tua berusaha 'menyingkirkan' semua hambatan di depan anak.

>>> 4 Pekerjaan yang Masih Boleh Pakai Tenaga Outsourcing

Tujuannya agar anak tidak merasakan sakit, kegagalan, atau ketidaknyamanan dalam proses tumbuh kembangnya.

Namun, di balik niat baik tersebut, ada dampak yang perlu diwaspadai. Sebab, pengalaman menghadapi tantangan justru merupakan bagian penting dalam membentuk kemandirian dan ketahanan mental anak.

Perbedaan dengan Helicopter Parenting

Snowplow parenting kerap disamakan dengan helicopter parenting, meski keduanya tidak sepenuhnya sama. Pada helicopter parenting, orang tua cenderung 'mengawasi dari atas' dan langsung turun tangan saat masalah muncul.

Sementara itu, pada snowplow parenting, orang tua berusaha mencegah masalah itu muncul sejak awal dengan cara menghilangkan semua rintangan.

Keduanya sama-sama menunjukkan keterlibatan orang tua yang sangat tinggi dalam kehidupan anak.

Pola asuh ini sering kali tidak disadari karena dimulai dari hal-hal kecil.

Misalnya, orang tua merasa lebih cepat dan mudah jika mengerjakan sesuatu untuk anak dibanding harus mengajarkannya terlebih dahulu.

>>> Festival UMKM 2026: Perkuat Transformasi Usaha Mikro dengan Layanan Terpadu

Beberapa tanda snowplow parenting antara lain: orang tua melakukan hampir semua hal untuk anak, termasuk tugas sekolah atau aktivitas harian; terlalu sering mengatur jadwal dan keputusan anak tanpa memberi ruang pilihan; sangat protektif hingga membatasi aktivitas yang sesuai usia anak; terlibat berlebihan dalam urusan sekolah; dan berusaha menghapus setiap kegagalan atau konsekuensi yang dialami anak.