Pemerintah terus memperkuat ekosistem usaha mikro melalui penyediaan layanan yang memudahkan pelaku usaha memperoleh legalitas, pembiayaan, sertifikasi, hingga perlindungan usaha.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026.

>>> Nadiem Makarim Jalani Sidang Vonis Kasus Chromebook Hari Ini

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan pelaku usaha mikro mendapatkan pendampingan yang nyata agar mampu tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.

"Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pendampingan yang mendukung setiap proses tumbuh kembang UMKM Indonesia," ujar Maman saat membuka festival di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Senin (29/6).

Tiga Strategi Utama Percepatan Transformasi

Menurut Maman, Kementerian UMKM saat ini tengah menjalankan tiga strategi utama untuk mempercepat transformasi usaha mikro.

Langkah tersebut meliputi pendataan dan layanan terintegrasi melalui aplikasi SAPA UMKM, pelatihan wirausaha baru melalui Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) Produktif, serta pendampingan pengembangan bisnis melalui lembaga inkubator.

Ia berharap ketiga program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha, memperkuat daya saing, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Hari ini sekitar 1.700 UMKM memperoleh berbagai layanan dan manfaat.

Kami berharap festival ini dapat terus diselenggarakan di berbagai daerah sebagai bentuk pelayanan yang benar-benar dirasakan pelaku UMKM, bukan sekadar kegiatan seremonial," katanya.

Fasilitasi Pembiayaan dan Sertifikasi

Dalam festival tersebut, pemerintah juga memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 350 pelaku UMKM melalui tujuh lembaga penyalur, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, BTN, Bank Jakarta, dan PT Pegadaian.