Harapan kontingen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk tampil di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, berubah menjadi mimpi buruk.

Tim Paduan Suara Wanita asal Tanjungpinang dipastikan gagal berangkat setelah diduga menjadi korban tiket bodong.

>>> Seskab Teddy Ungkap Cara Prabowo Atasi Pengangguran Sarjana, Gaji Magang Rp6 Juta

Ironisnya, kegagalan tersebut terjadi meski Pemerintah Provinsi Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar untuk keberangkatan kontingen.

Bukannya tiba di lokasi perlombaan, para peserta justru terlantar di Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya batal terbang. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah akun media sosial @chorister.

id mengunggah kesaksian salah satu anggota tim.

"Kami tim Paduan Suara Wanita Kepri dari Kota Tanjungpinang mengalami penelantaran dengan tiket bodong. Kami semestinya diberangkatkan hari Rabu, 24 Juni 2026, jam 4 sore.

Namun, tiket yang dipesan oleh LPPD Kepri melalui travel (Vivi dan Hendra) ternyata tidak valid," tulis akun tersebut.

Kronologi Penelantaran

Kegagalan keberangkatan itu diduga dipicu oleh kelalaian panitia Lembaga Pengembangan Pembinaan dan Pelatihan Daerah (LPPD) Kepri yang disebut tidak melakukan pengecekan ulang terhadap tiket.

Selain itu, muncul dugaan penipuan yang dilakukan oleh pihak travel yang menangani pemesanan.

Masalah mulai terungkap ketika seluruh peserta diberi tahu bahwa tiket keberangkatan kontingen Kepri, yang terdiri dari tiga kategori penerbangan dari Batam menuju Jakarta hingga Manokwari, ternyata merupakan tiket bodong.

Padahal, jadwal keberangkatan mereka sudah ditetapkan pada 24 Juni 2026.

Menyadari situasi tersebut, para peserta langsung berupaya menghubungi panitia LPPD dengan harapan masih bisa diberangkatkan pada 25 Juni agar tetap mengikuti perlombaan.