Timnas Norwegia akan menghadapi Pantai Gading di babak gugur Piala Dunia 2026. Laga ini menjadi penentu langkah mereka ke babak 16 besar.

Pelatih Stale Solbakken menurunkan kekuatan penuh sejak menit awal. Trio andalannya diharapkan mampu membongkar pertahanan kokoh Pantai Gading.

>>> Park Hang Seo Minta Maaf Usai Kegagalan Korsel di Piala Dunia 2026

Ambisi Erling Haaland Kejar Rekor Legendaris

Erling Haaland berada di ambang sejarah.

Striker Manchester City itu berpeluang menjadi pemain pertama dalam 72 tahun yang mencetak gol di tiga laga Piala Dunia berturut-turut.

Rekor tersebut sebelumnya hanya dipegang legenda Hongaria, Sandor Kocsis, pada 1954. Haaland sudah mengoleksi empat gol dari dua laga fase grup.

Ketajaman Haaland menjadi tumpuan utama Norwegia. Dukungan dari Martin Odegaard, Alexander Sorloth, dan Antonio Nusa diyakini akan memaksimalkan potensinya.

Skema Pragmatis Solbakken

Solbakken menerapkan gaya pragmatis yang membawa Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun. Ia menggunakan formasi fleksibel 4-3-3 atau 4-4-2.

>>> Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Taufik Hidayat

Formasi ini dirancang untuk memberi ruang tembak bagi Haaland. Odegaard menjadi motor serangan yang mengalirkan umpan-umpan matang ke lini depan.

Dukungan dari sayap oleh Sorloth dan Nusa membuat pergerakan Haaland semakin sulit dihentikan. Pantai Gading harus mewaspadai kombinasi ini.

Keunggulan Historis Norwegia

Norwegia memiliki catatan positif saat menghadapi tim Afrika. Rekor ini bisa menjadi modal psikologis penting jelang laga melawan Pantai Gading.

Namun, Pantai Gading bukan lawan mudah. Mereka mengandalkan organisasi pertahanan solid untuk meredam agresivitas lini serang Norwegia.

>>> 5 Penyebab Uban di Usia 20 Tahun, Bukan Hanya Penuaan Dini

Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Semua mata tertuju pada Haaland yang menjadi kunci kemenangan Norwegia.