Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah menggelar Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) di Hotel MG Setos Semarang pekan lalu.

Kegiatan ini menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah.

>>> Kejar Target 10 Besar Dunia, BEI Bidik 35 Juta Investor di 2030

Workshop diikuti oleh 150 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB dari seluruh Jawa Tengah dengan total sekitar 450 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru.

Rinciannya, sebanyak 60 SMA, 82 SMK, dan delapan SLB berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat implementasi kurikulum dan literasi ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah.

SPES Terbesar dan Pertama Libatkan SLB

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat mengatakan penyelenggaraan SPES di Jawa Tengah menjadi yang terbesar sejak program tersebut diluncurkan.

"SPES Jawa Tengah ini adalah SPES dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah diselenggarakan di Indonesia, sekaligus menjadi SPES pertama yang diikuti oleh Sekolah Luar Biasa (SLB)," ujar Emir dalam keterangannya.

>>> Toiran Tetap Tangani Bhayangkara Usai Jadi Pelatih Timnas Voli Indonesia

Dengan penambahan peserta dari Jawa Tengah, jumlah Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah di Indonesia kini mencapai 267 sekolah hingga Juni 2026.

Sebelumnya, hingga Juli 2025 tercatat terdapat 117 sekolah dari tujuh provinsi yang telah ditetapkan sebagai SPES.

Workshop SPES merupakan bagian dari sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah ke dalam proses pembelajaran.

>>> U-KNOW TVXQ! Rilis Single Solo Baru 'Time’s Tickin'' pada 20 Juli

Peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep ekonomi syariah, pengembangan kurikulum, serta strategi implementasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.