Fitur kecerdasan buatan (AI) dari mesin pencari DuckDuckGo baru-baru ini mengeluarkan klaim mengejutkan: Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggal dunia awal bulan ini akibat rabies.

Dalam penjelasannya, fitur AI tersebut juga menyebut Wakil Presiden JD Vance telah meninggal lebih dulu karena virus yang sama.

>>> Ucapan Ulang Tahun dari Ibu Elon Musk Pakai AI Bikin Miris

Tentu saja, semua informasi itu tidak benar.

Trump dan Vance masih hidup. Klaim itu muncul dari lelucon di forum Reddit yang sengaja dirancang untuk mengelabui sistem AI.

Asal-usul Informasi Palsu

Informasi palsu itu berasal dari subreddit bernama r/poisonai, yang memiliki sekitar 45.000 anggota. Mereka sengaja memposting informasi absurd untuk menguji dan mengelabui AI.

Salah satu topik favorit mereka adalah klaim bahwa JD Vance meninggal karena rabies. Banyak unggahan berpura-pura berduka atas kematian Vance, lengkap dengan tangkapan layar palsu dari Truth Social.

DuckDuckGo kemudian mengutip sebuah artikel dari situs WKNA News yang tampak seperti media lokal, namun isinya penuh dengan berita palsu yang kemungkinan besar juga dihasilkan oleh AI.

>>> He Yu Marahi Penguntit di Gym, Ucapannya Viral

Tanggapan DuckDuckGo dan Brave

Setelah masalah ini terungkap, DuckDuckGo merespons di Reddit dengan akun resmi mereka. Mereka mengakui telah tertipu dan mengatakan sedang memperbaiki sistem.

"Kami berusaha untuk akurat dalam Search Assist, dan dalam kasus ini, ia sengaja dikelabui," tulis DuckDuckGo. Mereka berjanji akan melakukan pembaruan untuk meningkatkan cara kerja fitur tersebut.

Sebelumnya, browser Brave juga pernah mengalami hal serupa. AI Brave mengulangi klaim bahwa Vance meninggal karena rabies.

Seorang juru bicara Brave mengatakan bahwa pemeriksaan fakta adalah tanggung jawab pengguna.

"Mesin pencari, dengan atau tanpa AI, bukanlah orakel kebenaran," kata juru bicara tersebut. Mereka mendorong pengguna untuk memeriksa klaim dan sumbernya.

>>> Hanada Mei Resmi Dipecat dari AKB48 Usai Terlibat Kontroversi

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa AI masih rentan terhadap informasi yang salah, terutama yang sengaja disebarkan oleh pengguna internet.