Manajemen AKB48 secara resmi memutus kontrak eksklusif dengan Hanada Mei, personel generasi 19, pada 23 Juni 2026.

Keputusan ini diambil setelah anggota tersebut terlibat dalam sejumlah pelanggaran aturan yang memicu kontroversi.

>>> Blizzard Terus Tindak Server Private WoW, Gugat Project Ascension

Pemutusan kontrak sepihak ini menjadi yang pertama dalam 21 tahun sejarah AKB48. Manajemen menyatakan Hanada Mei beberapa kali melanggar aturan terkait interaksi dengan penggemar.

Menurut kronologi yang dirilis manajemen, Hanada Mei kerap datang terlambat untuk jadwal resmi dengan alasan kesehatan. Akibatnya, ia ditangguhkan hingga pulih.

Namun, selama masa istirahat, Hanada Mei diam-diam bertemu dengan penggemar tertentu di luar agenda resmi. Tindakan ini dianggap melanggar aturan dan mendapat teguran keras.

"Memiliki hubungan dengan penggemar tertentu merupakan tindakan yang merusak keamanan anggota, keadilan di antara sesama anggota, serta kepercayaan dari penggemar," ujar manajemen dalam pernyataan resmi.

>>> DBS Foundation Dorong Wirausaha Sosial Ciptakan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Selain itu, Hanada Mei menuduh manajemen memaksanya mencukur rambut hingga habis. Tuduhan ini langsung dibantah tegas oleh manajemen.

Manajemen mengaku telah memberi kesempatan bagi Hanada Mei untuk kembali beraktivitas. Namun, ia justru meminta pencabutan larangan kedatangan bagi penggemar yang sempat bertemu dengannya.

Puncaknya, Hanada Mei menolak berdiskusi dengan manajemen melalui pengacaranya. Hal ini membuat manajemen mengambil keputusan tegas dengan memutus kontrak sepihak.

>>> Telkom Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Manajemen berkomitmen meninjau kembali sistem bimbingan bagi personel AKB48 agar kejadian serupa tidak terulang. "Perusahaan kami menanggapi masalah ini dengan serius," pungkas mereka.