Penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada fase grup Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan.

Sejumlah keputusan krusial dinilai kontroversial dan berdampak langsung pada peluang tim lolos ke fase gugur.

>>> Kudus Pertahankan Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars Lewat Adu Penalti

Salah satu momen paling menyakitkan dialami Timnas Iran saat menghadapi Mesir. Gol menit akhir Shoja Khalilzadeh dianulir setelah VAR menyatakan offside.

Kontroversi serupa terjadi dalam laga Kolombia melawan Portugal. Sundulan Davinson Sanchez di menit akhir juga dianulir karena offside yang hanya terpaut ujung kaki.

Keputusan itu membuat Kolombia kehilangan kemenangan penting yang bisa menjaga rekor sempurna mereka.

Timnas Ghana juga merasa dirugikan saat menghadapi Inggris. Mereka tidak mendapatkan penalti meski terjadi kontak jelas di kotak terlarang.

>>> Atlet Berkuda Indonesia Raih Emas di MANTENA Cup 2026

Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, melontarkan kritik tajam. “VAR seperti sedang minum kopi,” ujarnya dengan nada frustrasi.

Kontroversi lainnya muncul dalam laga Brasil melawan Skotlandia. Gol Vinícius Júnior dianulir karena dianggap melakukan pelanggaran ringan dalam prosesnya.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari federasi sepak bola Brasil.

>>> Inuvik, Kota di Kanada yang Tak Pernah Bertemu Malam

Federasi Brasil secara resmi mendesak FIFA untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait konsistensi penggunaan teknologi VAR dalam pertandingan. Mereka menilai banyak keputusan yang tidak konsisten dan merugikan tim.