AS Perpendek Masa Tanggapan Publik untuk Sewa Bahan Bakar Fosil
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat mengumumkan proposal untuk mempersingkat masa tanggapan publik terkait sewa bahan bakar fosil di lahan federal.
Kebijakan ini menuai kritik tajam dari kelompok advokasi lingkungan.
>>> Kode Toy Defense Terbaru Juni 2026, Dapatkan Hadiah Gratis
Di bawah aturan baru, masa tanggapan publik yang semula 90 hari akan dipangkas secara signifikan.
Dua periode komentar awal 30 hari dihapus, dan masa protes akhir dipersingkat dari 30 hari menjadi hanya 10 hari.
Selain itu, jaminan finansial untuk pembersihan sumur di masa depan diturunkan dari patokan 500.000 dolar AS pada era Biden menjadi 25.000 dolar AS.
Pembatasan emisi metana juga akan dilonggarkan.
Kritik dari Kelompok Lingkungan
Direktur Riset Union of Concerned Scientists, Alexa Dietrich, menyatakan keprihatinan mendalam atas pengurangan partisipasi publik ini.
"Dengan mengabaikan persyaratan komentar publik sambil mendukung perusahaan, mereka benar-benar menyerang demokrasi dengan cara yang sangat jelas," ujarnya.
Dietrich menambahkan bahwa perubahan ini merupakan pola deregulasi yang lebih luas di seluruh pemerintah federal. "Penyusutan kemampuan untuk masukan publik adalah ciri khas pendekatan administrasi terhadap deregulasi," katanya.
Ia memperingatkan bahwa pengurangan proses demokrasi ini menghilangkan kesempatan penting bagi warga untuk memengaruhi tata kelola administratif di luar siklus pemilihan besar.
"Serangan ini begitu meluas dan meresap sehingga sulit dilacak," ujar Dietrich.
Pengacara senior dari Center for Biological Diversity, Wendy Park, menekankan bahwa pemotongan partisipasi publik akan mencegah masyarakat meninjau penilaian lingkungan sebelum final.
"Periode protes 10 hari juga tidak cukup bagi publik untuk memberikan masukan ketika ada puluhan bidang sewa dalam satu penjualan sewa, masing-masing dengan masalah sumber daya yang unik," jelasnya.
Update Terbaru
Jacob Collier Ceritakan Proses Pembuatan Album Grammy di Kamar
Senin / 29-06-2026, 20:24 WIB
Satgas PASTI: Penipuan Drama China Masuk Penyelidikan
Senin / 29-06-2026, 20:23 WIB
5 Kesalahan Orang Tua Saat Anak Menangis, Jangan Dibiasakan Ya!
Senin / 29-06-2026, 20:23 WIB
Pembalap Bantul Terinjak di Rodeo New York, Video Syok Beredar
Senin / 29-06-2026, 20:22 WIB
Presiden Korsel Ikut Kritik, Pelatih Hong Myung-bo Resmi Mundur
Senin / 29-06-2026, 20:21 WIB
Nagelsmann Peringatkan Jerman agar Tak Ulangi Kesalahan Lawan Ekuador
Senin / 29-06-2026, 20:21 WIB
Bacaan Doa Mau Tidur dan Bangun Tidur yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Senin / 29-06-2026, 20:21 WIB
PDIP, Golkar, dan PKB Jatuhkan Sanksi ke Kader DPRD yang Intimidasi Dokter Icha
Senin / 29-06-2026, 20:21 WIB
Koeman dan Van Dijk Satu Suara: Hancurkan Maroko di Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 20:21 WIB
Indonesia dan Singapura Teken Kerja Sama Perlindungan Lingkungan Hidup
Senin / 29-06-2026, 20:21 WIB
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online: Spam Bot di Medsos Naik 128 Persen
Senin / 29-06-2026, 20:19 WIB
Mengapa Kiehl's Tetap Jadi Andalan Para Beauty Enthusiast?
Senin / 29-06-2026, 20:18 WIB
China Bangun Rel Kereta 1.800 Km di Gurun Gobi untuk Dominasi Rantai Pasok Mineral
Senin / 29-06-2026, 20:18 WIB
Mark Lee NCT Dapat Reaksi Beragam soal Gaya di Thailand, Label Minta Maaf atas Kontroversi Kaos
Senin / 29-06-2026, 20:15 WIB






