Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies dinosaurus baru yang dijuluki 'naga bersayap empat' karena kemampuannya meluncur di udara.

Spesies ini, bernama Jianchangmaensis, merupakan kerabat dekat Velociraptor dan diduga menjadi pemburu ganas burung-burung purba.

>>> 5 Beasiswa S2 Dalam Negeri 2026 yang Masih Dibuka, Segera Daftar

Penemuan ini berasal dari analisis fosil di situs kaya fosil di barat laut China.

Di lokasi yang sama, para peneliti juga menemukan gumpalan tulang yang diduga merupakan muntahan predator, menunjukkan adanya rantai makanan yang unik.

Dinosaurus Bersayap Empat yang Meluncur

Jianchangmaensis termasuk dalam keluarga Microraptor, dinosaurus karnivora kecil yang hidup pada periode Kapur Awal. Ukurannya diperkirakan hanya sekitar 50-70 sentimeter dengan rentang sayap mencapai 1,22 meter.

Yang membedakan spesies ini adalah bulu panjang di kedua lengan dan kakinya, memberikan penampilan seperti memiliki empat sayap.

Meski tidak bisa terbang dengan mengepakkan sayap, mereka mampu meluncur seperti tupai terbang.

>>> Daftar Bansos yang Cair Juli 2026: PKH, BPNT, PIP, dan PBI JKN

“Jian dan microraptor lainnya mungkin tidak bisa terbang dengan mengepakkan sayap secara berkelanjutan, tetapi mereka pasti bisa meluncur seperti tupai terbang,” jelas Jingmai O'Connor, salah satu penulis studi yang diterbitkan di Annals of Carnegie Museum.

Kemampuan meluncur ini memungkinkan mereka hidup di pohon dan menjadi pemburu yang efektif bagi burung-burung purba.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang hubungan ekologis antara raptor dan burung awal.

Studi ini juga memicu perdebatan lebih luas dalam paleontologi.

>>> Apa Pekerjaan Timothy Daniel? Sosok yang Resmi Menikah dengan Kalista Iskandar Finalis Puteri Indonesia 2020, Benarkah Pengusaha?

Fosil lain yang baru ditemukan di China bahkan mungkin menantang status Archaeopteryx sebagai burung pertama di dunia, dengan fosil berusia 149 juta tahun yang menunjukkan lebih banyak ciri burung daripada dinosaurus.