Ferrari membawa sedan listrik Luce ke pasar China dengan harga 3,988 juta yuan atau sekitar US$586.600 (Rp9,5 miliar).

Harga tersebut tujuh persen lebih murah dibandingkan di Eropa.

>>> Pendaftaran Program Magang Nasional Tahap II Dibuka 15 Juli 2026

Ferrari hanya menyediakan 88 unit untuk China dan seluruh alokasi langsung ludes terjual.

Kabar beredar bahwa kondisi ini terjadi karena 'tes loyalitas' bagi pelanggan Ferrari.

Pembeli Luce disebut akan mendapat prioritas membeli model Ferrari lain yang lebih eksklusif.

Namun, Chief Marketing Officer Ferrari membantah rumor tersebut dalam wawancara dengan The Drive.

Perbandingan dengan Mobil Listrik China

Mobil listrik China yang paling mudah dibandingkan dengan Luce adalah BYD Yangwang U9.

Supercar listrik itu harganya hanya setengah dari Luce, tetapi menawarkan pengisian daya lebih cepat, akselerasi 0-100 km/jam lebih singkat, dan tenaga lebih besar.

Ada juga GAC Hyptec SSR dengan harga mulai 1.286.000 yuan (sekitar US$189.200).

>>> Polisi Tangkap 2 Pelaku Pelemparan Molotov Salah Sasaran ke Ibu dan Anak

Dengan harga satu Ferrari Luce, konsumen bisa membeli hampir tiga unit Hyptec SSR.

Hyptec SSR memiliki tenaga lebih besar, dan varian tertingginya mampu melesat 0-100 km/jam dalam 1,9 detik.

Ferrari menegaskan Luce bukan supercar, melainkan grand tourer lima penumpang yang tidak semata-mata mengejar performa ekstrem.

Kontroversi dan Dampaknya

Luce EV debut global pada Mei 2026 sebagai mobil listrik massal pertama Ferrari.

Peluncurannya menuai kritik karena dianggap terlalu biasa, terlalu mudah, dan terlalu mobil listrik.

Respons negatif menyebabkan saham Ferrari anjlok 6 persen.

>>> Giorgio Antonio Tanggapi Tuduhan Numpang Hidup ke Sarwendah

Ferrari memecat kepala pemasaran dan komersial Enrico Galliera sepekan setelah peluncuran, lalu menggantinya dengan eks bos BMW Italia Massimiliano Di Silvestre.