Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan akan melakukan restrukturisasi terbesar dalam sejarah perusahaan.

Perusahaan disebut tengah mempertimbangkan penutupan empat pabrik di Jerman dan pemangkasan 100 ribu karyawan.

in1

>>> PHK Melonjak di Singapura, Lulusan Sarjana Paling Banyak Jadi Korban

Informasi ini sudah disampaikan kepada anggota dewan pengawas Volkswagen dan akan dibahas dalam rapat perusahaan pada 9 Juli mendatang.

Pabrik yang akan dikorbankan antara lain Hanover, Zwickau, Emden, serta fasilitas Audi di Neckarsulm.

Penutupan ini diperkirakan akan berdampak pada 45 ribu lapangan kerja.

Angka tersebut ditambah dengan 50 ribu karyawan yang sebelumnya sudah terdampak rencana PHK massal.

Secara total, jumlah karyawan yang terdampak bisa mencapai 100 ribu orang.

Restrukturisasi Terbesar dalam Sejarah Otomotif

Jika terwujud, langkah ini akan menjadi restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif dunia.

Angka pemangkasan ini melampaui pemutusan hubungan kerja General Motors saat krisis finansial 2009 yang mencapai 74 ribu karyawan.

Selain menutup pabrik, Volkswagen juga dikabarkan akan memangkas investasi sekitar 15 persen dalam lima tahun ke depan.

>>> Jadwal Masuk Sekolah Ajaran Baru 2026/2027, Orang Tua Wajib Tahu

Perusahaan juga tengah mempertimbangkan restrukturisasi besar dengan memisahkan merek utama Volkswagen dan divisi suku cadangnya menjadi entitas berbeda.

Salah satu pemegang saham Volkswagen, Ingo Speich dari Deka, menyebut biaya tinggi hanyalah gejala, bukan penyebab masalah.

"Hal itu tidak mengatasi akar masalahnya, yaitu penjualan yang lesu," kata Speich.

Volkswagen saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah, termasuk persaingan ketat dengan produsen mobil asal China yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif.

Pangsa pasar produsen mobil non-China di China terus menyusut, dari 57 persen pada 2020 menjadi hanya 32 persen pada 2025.

Volkswagen yang selama bertahun-tahun menjadi produsen mobil nomor satu di China kini sudah disalip BYD pada 2024 dan turun ke posisi ketiga pada 2025.

Meski begitu, Volkswagen belum mengonfirmasi kabar tersebut.

>>> 26 Negara Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

Juru bicara perusahaan hanya mengatakan bahwa seluruh grup Volkswagen perlu menjalani perubahan besar agar tetap kompetitif.