Sony Interactive Entertainment memberikan pernyataan internal terkait PHK massal di Bungie. CEO PlayStation Studio Business Group Hermen Hulst menyebut keputusan itu 'diperlukan' setelah berbulan-bulan mengevaluasi masa depan studio.

Dalam memo yang dipublikasikan di situs resmi Sony, Hulst mengakui dampak PHK tersebut.

in1

>>> Adaptasi Anime The Fledgling Demon Lord's Starter Shop Dikonfirmasi, Tayang Januari 2027

Ia mengonfirmasi bahwa pemutusan hubungan kerja memengaruhi sebagian besar tim Destiny, beberapa anggota tim Marathon, serta karyawan Sony Interactive Entertainment yang mendukung operasional Bungie.

Hulst menyebut situasi ini 'menyakitkan' namun yakin restrukturisasi diperlukan untuk memposisikan studio di masa depan.

Keputusan setelah peninjauan berbulan-bulan

Menurut Hulst, Sony dan pimpinan Bungie menghabiskan beberapa bulan untuk menilai arah jangka panjang studio sebelum memutuskan pengurangan tenaga kerja.

"Ini adalah berita yang menyakitkan, terutama bagi rekan-rekan berbakat yang perannya dihapuskan," tulis Hulst.

Ia menambahkan bahwa keputusan itu diambil setelah 'diskusi ekstensif dan pertimbangan matang', dengan berbagai alternatif telah dijajaki sebelum menyimpulkan bahwa pengurangan diperlukan.

"Kami menjajaki berbagai alternatif sebelum menyimpulkan bahwa pengurangan diperlukan untuk menyelaraskan sumber daya studio dengan prioritas saat ini dan tujuan jangka panjang," jelasnya.

Meski Bungie tidak mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak, Hulst memastikan PHK meluas ke luar Bungie, termasuk tim Sony yang bekerja bersama studio tersebut.

Masa depan proyek Bungie

Hulst juga membahas proyek masa depan Bungie dalam memo tersebut. Mengenai Destiny, ia memuji warisan franchise itu setelah Bungie baru-baru ini menyebutnya sebagai pembaruan konten live-service terakhir.

>>> Sword Art Online: Echoes of Aincrad Rilis Trailer Cerita Baru Jelang Peluncuran Juli