Korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela pekan ini terus bertambah. Hingga Jumat (26/6), jumlah korban meninggal mencapai 920 jiwa.

Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez mengumumkan angka tersebut. Ia juga melaporkan 3.372 orang mengalami luka-luka akibat gempa.

in1

>>> OJK Ungkap Modus Penipuan Baru yang Incar Penonton Drama China

Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.

Banyak orang masih terjebak di reruntuhan, dengan 132 orang dilaporkan masih berada di bawah puing-puing dan 50.000 lainnya hilang.

Daerah Terdampak Jadi Zona Demiliterisasi

Rodríguez menyatakan La Guaira, daerah paling terdampak, ditetapkan sebagai zona demiliterisasi. Ia meminta masyarakat tidak bepergian ke wilayah tersebut.

"Kami menghargai keinginan untuk membantu, tetapi jalan yang digunakan untuk mengangkut korban luka semakin padat," ujar Rodríguez, dikutip CNN.

>>> Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur dengan Baterai 7.000 mAh dan Kamera 200 MP Zeiss

Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran akses bagi tim medis dan penyelamat.

Tim penyelamat dari Chili mengungkapkan tantangan besar di La Guaira. Banyak gedung bertingkat runtuh total, menyisakan puing-puing.

"Sayangnya, keruntuhannya total, dan kecil kemungkinan menemukan korban selamat. Fokus kini pada evakuasi jenazah," kata pemimpin tim penyelamat, Nadiomar Polanco, dikutip AFP.

Venezuela diguncang dua gempa dahsyat pada Rabu lalu. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, disusul gempa kedua magnitudo 7,5 hanya 39 detik kemudian.

>>> Jokowi Bocorkan Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen pada Pemilu 2029

Survei Geologi AS (USGS) sebelumnya memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai 10.000 hingga 100.000 orang. Namun, angka resmi masih jauh di bawah estimasi tersebut.