Vivo resmi meluncurkan X Fold 6 di pasar Tiongkok. Ponsel lipat premium ini hadir dengan peningkatan besar di berbagai sektor.

Untuk pertama kalinya, Vivo menggunakan chipset MediaTek pada lini ponsel lipatnya. Sebelumnya, seri ini selalu mengandalkan Qualcomm Snapdragon.

in1

>>> Jokowi Bocorkan Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen pada Pemilu 2029

Desain Tipis dengan Layar 5.000 Nits

Vivo X Fold 6 memiliki desain tipis dan elegan.

Saat dibuka, ketebalannya hanya 4,4 mm hingga 4,8 mm, dan saat dilipat 9,4 mm hingga 9,9 mm.

Bobotnya berkisar 228 hingga 235 gram. Ponsel ini juga telah mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59, tahan debu dan semprotan air tekanan tinggi.

Layar utama AMOLED 8,02 inci menggunakan material Samsung M14 dengan resolusi 2504 x 2312 piksel. Layar sekunder 6,51 inci dilindungi Armour Glass generasi kedua.

>>> Foundation Menggumpal Bikin Bad Mood? Ini Tips Cegah Makeup Pilling

Kedua layar mendukung refresh rate adaptif LTPO 1Hz hingga 120Hz. Tingkat kecerahan puncak mencapai 5.000 nits, membuat visual tetap tajam di bawah sinar matahari.

Performa Dimensity 9500 dan Baterai 7.000 mAh

Vivo X Fold 6 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition. Prosesor ini dipadukan dengan chip pencitraan Vivo V3+, RAM LPDDR5X Ultra, dan penyimpanan UFS 4.1.

Baterai Blue Ocean berkapasitas 7.000 mAh menjadi yang terbesar di smartphone lipat. Teknologi solid-state generasi ketiga membuat baterai tetap tipis namun tahan lama.

Ponsel ini mendukung pengisian daya 80W wired dan 40W wireless charging.

>>> Dembele Hattrick, Prancis Hajar Norwegia 4-1 di Piala Dunia 2026

Kamera 200 MP Zeiss

Sektor fotografi menjadi keunggulan utama Vivo X Fold 6. Sistem kamera belakang bersertifikasi Zeiss dipimpin kamera utama 200 Megapiksel dengan sensor Samsung HPB dan OIS.