Polisi Tangkap Belasan Demonstran dalam Aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya
Polrestabes Surabaya mengamankan belasan orang dalam aksi demonstrasi #IndonesiaSekarat yang berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6) sore hingga malam.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan jumlah yang diamankan masih terus dihitung. Pihaknya mengerahkan 320 personel untuk mengawal unjuk rasa sejak sore.
>>> Nintendo Naikkan Gaji Pokok Karyawan 10%, Presiden Furukawa Tegaskan Strategi Retensi Talenta
"Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan lah, kita masih hitung," kata Luthfie kepada wartawan, Jumat malam.
Luthfie mengklaim aparat telah memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi sejak sore. Namun situasi mulai memanas setelah pukul 18.00 WIB.
Sekelompok orang, katanya, melakukan perusakan dan pelemparan.
"Kita imbau untuk berhenti, tapi mereka terus melakukan perusakan dan pelemparan, sehingga kita menilai itu membahayakan masyarakat dan keselamatan mereka sendiri," ujarnya.
Aparat kemudian memukul mundur massa secara bertahap dengan mengerahkan pasukan Dalmas dan Pasukan Anti Huru-hara ke Bundaran Air Mancur Balai Pemuda.
Luthfie mengklaim tidak ada korban luka dalam proses pembubaran.
Polisi tidak menggunakan water cannon untuk membubarkan massa, kendaraan itu hanya difungsikan memadamkan api yang dinyalakan saat demonstrasi.
Salah satu fasilitas yang rusak adalah pagar Gedung Negara Grahadi. Luthfie menyatakan sangat menyayangkan insiden ricuh tersebut.
Selain massa yang ditangkap, polisi juga mengamankan barang bukti dan sejumlah kendaraan bermotor.
Kepala Biro Kampanye Hak Asasi Manusia KontraS Surabaya, Zaldi Maulana yang mendampingi massa aksi belum bisa memastikan jumlah demonstran yang ditangkap.
"Kami masih melakukan pemantauan di lapangan dan terus berkoordinasi," kata Zaldi.
Sebelumnya, sekitar seratusan orang dari berbagai elemen masyarakat sipil seperti mahasiswa, buruh, pelaku UMKM, dan kelompok lainnya yang mengatasnamakan Front Anti Kapitalisme menggelar unjuk rasa #IndonesiaSekarat di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Update Terbaru
Ariana Grande Hangout Bareng Mantan Ricky Alvarez di Austin, Bukan Romantis
Sabtu / 27-06-2026, 02:50 WIB
Toyota Kurangi Produksi RAV4, Dealer Kehabisan Stok dalam Hitungan Jam
Sabtu / 27-06-2026, 02:49 WIB
AS Kirim Kapal Perang, Pesawat, dan Jenderal Marinir ke Venezuela Bantu Gempa
Sabtu / 27-06-2026, 02:49 WIB
Setelah Ponsel Lipat, Apple Dikabarkan Garap Smart Ring Saingan Galaxy Ring
Sabtu / 27-06-2026, 02:49 WIB
Harga Galaxy A27 di India Terungkap, Ketersediaan Masih Misteri
Sabtu / 27-06-2026, 02:49 WIB
Jokowi Bawa Sisa Ijazah ke Sidang Lawan Roy Suryo
Sabtu / 27-06-2026, 02:49 WIB
Prabowo Ajak Semua Pihak Hormati Hasil Demokrasi, Hentikan Kegaduhan Politik
Sabtu / 27-06-2026, 02:49 WIB
Joaquinraptor casali: Dinosaurus dengan Lengan Mengerikan yang Lebih Ganas dari T. rex
Sabtu / 27-06-2026, 02:46 WIB
Pakistan Tegaskan Tak Akan Akui Israel Meski Berhasil Mediasi Iran-AS
Sabtu / 27-06-2026, 02:46 WIB
Pemerintah Tegaskan Patriot Bond Bukan Tax Amnesty, Dana Investor Aman
Sabtu / 27-06-2026, 02:46 WIB
Pencurian Tempat Sampah Knicks Viral, Dinas Sanitasi NYC Adakan Giveaway
Sabtu / 27-06-2026, 02:43 WIB
Orang Tua Didakwa Membunuh Anak Obesitas dengan Diet Junk Food
Sabtu / 27-06-2026, 02:43 WIB
KPK Dalami Pengumpulan Fee Proyek DJKA, Periksa Eks Direktur Kemenhub
Sabtu / 27-06-2026, 02:43 WIB
STARSHIP Entertainment Umumkan Debut Boy Group Baru AEN pada Agustus 2026
Sabtu / 27-06-2026, 02:42 WIB






