Riset dari Colorado State University yang terbit di Nature Sustainability memberikan gambaran lebih rinci.

Jason Quinn, Direktur Sustainability Research Laboratory, menyatakan bahwa di Colorado, budidaya ganja dalam ruangan menyumbang sekitar 1,7 persen dari total emisi gas rumah kaca tahunan negara bagian itu.

in1

Angka tersebut sebanding dengan emisi dari sektor penambangan batu bara. Penyumbang terbesarnya adalah sistem HVAC, lampu tanam berintensitas tinggi, dan penggunaan karbon dioksida tambahan.

Studi yang sama membandingkan emisi ganja dengan produk konsumsi lain.

Emisi dari 0,1 gram ganja (sepertiga linting) kemungkinan melampaui emisi dari segelas bir, anggur, kopi, atau sebatang rokok.

"Kami sangat terkejut melihat betapa besar dampaknya," kata Quinn, melansir Reuters.

Lokasi budidaya juga menentukan skala emisi.

>>> Markas Judol Hayam Wuruk Kelola 145 Situs, Deposit Capai Rp13,9 T

Memproduksi satu ons (28 gram) ganja kering di Oahu timur, Hawaii, menghasilkan emisi setara membakar 60 liter bensin, lebih dari dua kali lipat dibanding di California selatan.