Serangan drone terbesar Ukraina ke Moskow yang menargetkan kilang minyak di pinggiran kota telah memicu perdebatan etika perang.

Meskipun sasaran utamanya adalah infrastruktur militer, serangan itu juga menyebabkan korban sipil dan kerusakan properti pribadi.

in1

>>> Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Prof Christian Enemark dari Universitas Southampton menulis surat kepada The Guardian yang mengecam strategi tersebut.

Ia menyebut tindakan itu sebagai 'pengeboman moral' yang bertujuan meningkatkan rasa tidak aman warga Rusia dan memaksa Presiden Putin mengakhiri perang.

Menurut Enemark, strategi semacam itu pada dasarnya tidak adil dan dapat merusak legitimasi perang pertahanan Ukraina.

>>> Gempa Besar Venezuela: 164 Tewas, Ribuan Orang Hilang, Dampak Terasa hingga 1.700 Km

Ia menegaskan bahwa warga sipil Rusia tidak bertanggung jawab secara moral untuk diserang karena mereka tidak memiliki kapasitas untuk melukai atau membunuh.

Enemark mengakui bahwa Rusia telah sering menargetkan warga sipil Ukraina sejak invasi Februari 2022, tetapi dua kesalahan tidak membuat satu benar.

>>> Cara Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026

Ukraina, menurutnya, harus menonjolkan keadilan perjuangannya dengan selalu menghormati ketidakbersalahan semua warga sipil.