Seorang ayah di New York, Matthew Dylewski, menyatakan menyesal tidak menjadi orang yang meninggal setelah dijatuhi hukuman atas kematian anak perempuannya yang berusia 3 tahun, Joycelynn.

Matthew divonis pada Senin setelah mengaku bersalah atas pembunuhan karena kelalaian pidana terhadap Joycelynn.

in1

>>> Chris Evert Kembali Idap Kanker Ovarium, Jalani Operasi dan Kemoterapi

Balita itu ditemukan dalam kondisi sulit bernapas, dipenuhi kutu, dan tinggal di lingkungan yang mengerikan.

Otoritas menemukan gigi Joycelynn hitam dan busuk, serta adanya Clonidine—obat tekanan darah—dalam tubuhnya. Kantor sheriff menyatakan kematian Joycelynn sebagai pembunuhan akibat "kelalaian akut dan kronis."

Jaksa penuntut mengatakan infestasi kutu menyebabkan anemia yang berdampak pada jantung dan organ Joycelynn.

Anak-anak lain dalam rumah tersebut sempat dibawa ke dokter, tetapi Joycelynn tidak mendapat perawatan medis selama 10 bulan.

>>> Kortastipidkor Geledah Kafe Sidoarjo di Kasus Korupsi Impor HP Seken

Rumah tempat tinggal mereka digambarkan penuh lalat, sepatu bot menempel di lantai, dan wastafel dapur berisi lumpur. Apartemen tersebut akhirnya dinyatakan tidak layak huni.

Dalam persidangan, Matthew mengatakan kepada pengadilan, "Saya berharap sayalah yang meninggal hingga hari ini." Hakim menanggapi, "Anda harus hidup dengan kehilangan ini seumur hidup.

Ini sepenuhnya dapat dicegah dan tidak masuk akal."

Ibu Joycelynn, Samantha, juga mengaku bertanggung jawab atas kematian putrinya dan telah dijatuhi hukuman awal bulan ini. Keduanya menerima hukuman maksimal, yaitu 16 bulan hingga 4 tahun penjara.

>>> Jadwal Siaran Langsung Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Empat anak lainnya kini tinggal bersama kerabat dan ada perintah perlindungan yang melarang orangtua mereka mendekat.