>>> Ibu di Tangerang Diduga Jual Anak 12 Tahun untuk Dinikahi, Terancam 15 Tahun Penjara

Ia mengaku gagasan tersebut sempat menuai keraguan ketika pertama kali disampaikan pada awal 2025.

in1

Padahal, penggunaan campuran etanol pada bensin telah diterapkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Brasil.

"Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan solar kita, kenapa bensin enggak?" ujarnya.

Menurut Bahlil, pengurangan impor BBM penting dilakukan di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tingginya kebutuhan devisa untuk membeli energi dari luar negeri.

Indonesia saat ini harus menyediakan devisa sekitar US$30 miliar atau Rp538,02 triliun per tahun untuk mengimpor BBM.

Karena itu, pemerintah berupaya menekan impor agar permintaan terhadap dolar AS ikut berkurang.

"Ketika permintaan kita kepada dolar tidak terlalu besar, maka saya yakin nilai tukar kita juga akan semakin membaik.

Devisa kita yang paling keluar, paling banyak itu adalah untuk membeli BBM," katanya.

Bahlil juga mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan melakukan transaksi pembelian energi dengan mata uang selain dolar AS sebagai salah satu alternatif diversifikasi pembayaran perdagangan internasional.

>>> AS dan China Kirim Bantuan ke Venezuela Usai Dua Gempa Dahsyat

"Kalau bisa belanja di negara lain tidak pakai dolar, mungkin itu salah satu alternatif juga supaya ada diversifikasi," ujarnya.