Kepolisian menangkap enam anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menganiaya seorang pria hingga tewas di Taman Bunga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Korban bernama Jaka Malau (24) diketahui menjadi sasaran salah.

in1

>>> Apa Pekerjaan Chika Yenalovy? Calon Istri Rizky Irmansyah Asisten Pribadi Presiden Prabowo Subianto yang Akan Segera Menikah dan Datangi Kediaman Joko Widodo

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada 28 Mei lalu. Korban sempat dirawat di rumah sakit, namun meninggal sehari kemudian.

Motif pengeroyokan berawal dari perselisihan harga pembuatan tato. HH merasa keberatan setelah mengetahui biaya mencapai Rp600 ribu dan menceritakannya kepada temannya RWMS.

Dalam kondisi emosi, RWMS mengajak lima orang mendatangi MH, pembuat tato, di kawasan Taman Bunga. Mereka meminta uang HH dikembalikan, namun MH meminta waktu.

Setelah cekcok, MH dibawa kembali ke stan tato.

>>> Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Warga Diminta Waspada

Saat tiba, RWMS yang turun lebih dulu melihat Jaka Malau duduk di dekat stan dan menuduhnya sebagai teman MH.

Cekcok berujung saling pukul. Lima rekan RWMS kemudian ikut mengeroyok korban.

Belakangan diketahui Jaka tidak terkait perselisihan antara HH dan MH.

Korban dibiarkan kritis di pinggir jalan, lalu dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah diautopsi dengan persetujuan keluarga.

>>> Donald Trump Belum Nonton Langsung Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Polisi menetapkan enam tersangka: FS (30), RP (24), RWMS (28), PGS (44), RS (52), dan SS (43). Mereka ditahan untuk proses hukum.