Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor di lapangan untuk mempercepat penanganan darurat bencana banjir dan angin puting beliung yang melanda dua kabupaten di Sumatra Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan rangkaian bencana hidrometeorologi itu melanda Kabupaten Asahan dan Deli Serdang secara simultan sejak Selasa (16/6) sore hingga malam.

>>> Menteri LH: Pembeli minyak sawit wajib turut jaga lahan dari kebakaran

"Pendataan dan penanganan di lapangan masih terus dioptimalkan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait.

Koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan hingga tingkat desa terus berjalan demi menjamin pemenuhan kebutuhan warga terdampak," kata Abdul.

Dampak Banjir di Asahan

Di Kabupaten Asahan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang merendam permukiman di empat desa pada tiga kecamatan.

Dampak langsung melanda sedikitnya 183 kepala keluarga (KK) atau setara 521 jiwa.

>>> Kemenperin Dorong Daya Saing Industri Halal Lewat Halal Indo 2026

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengonfirmasi sebanyak 152 unit rumah tinggal, satu tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, dan satu fasilitas umum tergenang dengan tinggi muka air fluktuatif antara 30-70 sentimeter.

Sektor pertanian juga terdampak signifikan dengan terendamnya 50 hektare lahan persawahan. Namun, laporan per Rabu (17/6) menunjukkan genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.

Kerusakan Akibat Puting Beliung di Deli Serdang

Pada hari yang sama, angin puting beliung melanda tiga desa di Kabupaten Deli Serdang, mengakibatkan 18 kepala keluarga terdampak dan kerusakan pada hunian warga.

Asesmen mencatat 14 unit rumah rusak ringan dan empat unit rumah rusak sedang. Warga setempat kini bergotong royong memperbaiki kerusakan struktur atap bangunan yang terhempas angin.

>>> OJK Catat Penurunan Tabungan Lembaga Keuangan Mikro Konvensional per April 2026

"Menyusul rangkaian bencana yang berpotensi terjadi akibat faktor cuaca ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing," kata Abdul.