Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat di sekitar pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Suwarno, menyatakan peningkatan aktivitas terpantau dari hasil pengamatan visual dan kegempaan.

in1

>>> Donald Trump Belum Nonton Langsung Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati kawasan zona bahaya," ujar Suwarno, Rabu (24/6).

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level II atau Waspada. Nelayan dan wisatawan diminta tidak mendekat dalam radius dua kilometer dari kawah.

>>> Influencer Konten Keuangan Menyesatkan Terancam Denda Rp15 M

Hasil pemantauan selama 24 jam per Selasa (23/6) mencatat 35 kali gempa Hembusan, 20 kali gempa Low Frequency, dan 33 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.

Selain itu, teramati satu kali gempa Tremor Menerus.

Secara visual, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, tinggi sekitar 10-200 meter dari puncak.

>>> Hotel Sultan Dikosongkan, Barang-barang Dibawa ke Gudang di Cikarang

Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi.