Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (24/6).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.

in1

>>> Bahlil Ungkap Hasil Uji Biodiesel B50, Kualitas Lebih Baik dari B40

Menurutnya, IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.723-5.972, namun selanjutnya masih memiliki peluang menguat ke kisaran 6.548-6.782.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.784 dan 5.594 serta resistance 6.286 dan 6.459 hari ini.

Ia merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, ARCI, PTBA, dan TAPG.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih dalam tekanan setelah bergerak di bawah support 6.007 dan garis SMA-20.

Menurut Ivan, risiko pelemahan IHSG menuju 5.847 hingga 5.722 masih terbuka. Indeks perlu menembus 6.294 untuk mengembalikan momentum penguatan.

>>> Jangan Panik! Ini Alasan Pesawat Belum Bisa Mendarat

Ia memprediksi IHSG bergerak di level support 5.847, 5.722, 5.519, dan 5.314 serta resistance 6.121, 6.294, 6.545, 6.835, dan 7.207 hari ini.

Ivan merekomendasikan saham KLBF, PGAS, dan UNTR.

IHSG ditutup di level 6.101 pada perdagangan Selasa (23/6) sore, melemah 15,35 poin atau minus 0,25 persen dari perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp32,93 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,53 miliar saham.

>>> UBK Beri Penjelasan Lengkap soal Mahasiswa Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres

Pada penutupan kemarin, 282 saham menguat, 373 terkoreksi, dan 160 stagnan.