Komisi IX DPR Kembali Usulkan Larangan Perdagangan Daging Kucing dan Anjing
Komisi IX DPR kembali menyinggung larangan perdagangan daging kucing dan anjing dalam rapat dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (23/6).
Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menginginkan regulasi larangan tersebut bisa dibuat secara nasional. Sebab, hingga saat ini hanya DKI Jakarta yang memiliki aturan serupa melalui peraturan gubernur.
>>> KPop Demon Hunters Tembus Top 10 di 93 Negara
Usulan itu disampaikan Charles untuk menekan tingkat penyebaran penyakit rabies akibat gigitan hewan.
"Jadi Pak Menkes itu tadi ya, kita buatlah Indonesia bebas rabies dan saya yakin itu sangat bisa.
Dan salah satunya menurut saya adalah membuat juga regulasi di tingkat nasional terkait dengan larangan terkait perdagangan daging anjing dan kucing, Pak," kata Charles.
Politikus PDIP itu mengaku ingin Indonesia meniru negara-negara lain yang memberikan pengawasan ketat terhadap penyebaran kucing atau anjing liar.
Dengan demikian, masyarakat tak perlu khawatir terhadap keberadaan mereka.
Charles menyebut Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan angka rabies tinggi. Jumlah korban meninggal dunia setiap tahun mencapai lebih dari 100 kasus.
>>> KPop Demon Hunters Tembus Top 10 di 93 Negara
Sebagai perbandingan, di Turki angka kematian akibat rabies tak lebih dari lima kasus per tahun.
"Sedangkan di Indonesia, angka yang meninggal dunia akibat rabies masih terdapat lebih dari 122 di tahun 2024.
Angka 2025 saya belum dapat, tetapi ya kurang lebih di atas 100 kemungkinan," kata Charles.
"Jadi saya berharap Pak Menteri ajak komunikasi Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, agar lebih banyak lagi daerah yang bisa meniru kota Istanbul di Turki," imbuhnya.
Larangan perdagangan daging anjing dan kucing sempat diusulkan lewat RUU pada 2024. Namun, usulan RUU itu kemudian dikeluarkan dari program legislasi nasional di DPR.
>>> Bode Miller Ditangkap dengan Jamur Psikedelik, Ini Detailnya
Hingga saat ini, RUU Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing tak lagi masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026 maupun jangka menengah hingga 2029.
Update Terbaru
Mini Diesel Tembus 1 Juta Km dengan Mesin Original, Konsumsi BBM 80 MPG
Rabu / 24-06-2026, 07:41 WIB
Rollme Hero D5: Smartwatch Tangguh dengan Dual-Band GPS dan Peta Offline
Rabu / 24-06-2026, 07:40 WIB
Rumah Prefab Baja China 6 Kamar Dijual Online Kurang dari Rp 200 Juta
Rabu / 24-06-2026, 07:40 WIB
Ogah Jawab soal Messi, Ronaldo Potong Pertanyaan Wartawan
Rabu / 24-06-2026, 07:28 WIB
Taufik Hidayat Ditempatkan di Sel Khusus yang Diawasi CCTV
Rabu / 24-06-2026, 07:28 WIB
Messi Didukung Main di Piala Dunia 2030 hingga Usia 43
Rabu / 24-06-2026, 07:24 WIB
Pezeshkian: Tanpa Rudal Balistik, Iran Bisa Bernasib Seperti Gaza
Rabu / 24-06-2026, 07:24 WIB
Taufik Hidayat Mengaku Minum Miras Intisari Sebelum Ditangkap di Ciparay
Rabu / 24-06-2026, 07:24 WIB
Lisa Vanderpump Beri Sinyal TomTom Mungkin Tutup di Masa Depan
Rabu / 24-06-2026, 07:22 WIB
Anggota DPR AS Troy Nehls: Pengacau Reflecting Pool Layak Dipenjara
Rabu / 24-06-2026, 07:21 WIB
Tim Hukum Mantan Atlet Olimpiade Sebut Penangkapan Terkait Vandalisme Reflecting Pool sebagai Pengalihan
Rabu / 24-06-2026, 07:21 WIB
IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi pada Perdagangan Rabu
Rabu / 24-06-2026, 07:21 WIB
Bahlil Ungkap Hasil Uji Biodiesel B50, Kualitas Lebih Baik dari B40
Rabu / 24-06-2026, 07:21 WIB
Jangan Panik! Ini Alasan Pesawat Belum Bisa Mendarat
Rabu / 24-06-2026, 07:21 WIB






