Sebuah rumah kontainer prefab lipat dua lantai yang dijual di Amazon Spanyol menjadi viral karena harganya yang sangat terjangkau.

Model yang ramai diperbincangkan itu dibanderol sekitar €12.000 atau setara Rp 200 jutaan. Angka tersebut jauh di bawah harga rumah konvensional di tengah kenaikan biaya sewa.

in1

>>> Ogah Jawab soal Messi, Ronaldo Potong Pertanyaan Wartawan

Meski demikian, harga murah itu belum termasuk biaya pengiriman, pondasi, sambungan utilitas, dan perizinan. Pembeli disarankan untuk mengonfirmasi spesifikasi dan biaya sebelum membayar.

Mengapa Rumah Ini Viral?

Daya tarik utama rumah ini adalah kemudahan dan kecepatan pemasangan.

Produk tersebut dideskripsikan sebagai rumah kontainer prefab yang dapat diperluas, dengan opsi ukuran 20 kaki dan 40 kaki.

Rumah ini dilengkapi ruang tamu, kamar mandi, dapur, dan tata letak kamar tidur yang fleksibel.

Banyak orang membayangkan rumah seperti ini bisa menjadi tempat akhir pekan, sewa pedesaan, atau bahkan rumah utama.

Dampak Lingkungan dan Konstruksi

Program Lingkungan PBB melaporkan bahwa bangunan dan konstruksi menyumbang sekitar 37% emisi CO2 global. Rumah buatan pabrik dapat mengurangi limbah karena komponen dibuat di lingkungan terkontrol.

Namun, rumah prefab baja tidak otomatis rendah karbon. Bahan seperti semen, baja, dan aluminium memiliki jejak karbon tinggi.

Nilai lingkungan sebenarnya tergantung pada rantai pasokan, isolasi, jarak transportasi, dan umur pakai.

Pembeli perlu menanyakan nilai isolasi, kinerja energi, ketahanan api, suku cadang, dan perkiraan umur struktur. Rumah yang murah namun sulit dirawat bisa menjadi limbah dalam bentuk lain.

Badan Perlindungan Lingkungan AS memperkirakan Amerika Serikat menghasilkan 600 juta ton puing konstruksi dan pembongkaran pada 2018. Konstruksi modular dapat mengurangi limbah karena pengukuran yang lebih presisi.