Puncak Shanghai Tower Membeku Diselimuti Es pada Awal 2024
Fenomena langka terjadi di Shanghai Tower, gedung tertinggi China, pada awal 2024. Bagian puncak gedung setinggi 632 meter itu membeku dan diselimuti lapisan es serta salju.
Video yang beredar luas di media sosial pada Februari 2024 memperlihatkan pemandangan dramatis tersebut. Banyak orang penasaran bagaimana gedung di kota metropolitan bisa mengalami pembekuan di bagian atas.
>>> 5 Fakta Unik Ronaldo Usai Cetak Brace ke Gawang Uzbekistan
Shanghai Tower merupakan gedung tertinggi di China dan peringkat ketiga tertinggi di dunia setelah Burj Khalifa dan Merdeka 118.
Fenomena ini terjadi saat Shanghai dilanda gelombang udara dingin selama beberapa hari.
Rekaman video pada 23 Februari 2024 menunjukkan hampir seluruh struktur puncak tertutup es. Menurut Manajemen Shanghai Tower, area yang membeku adalah ruang terbuka yang tidak dibuka untuk umum.
Kejadian tersebut tidak memengaruhi area observasi atau aktivitas pengunjung di dalam gedung.
Staf pusat kontrol manajemen properti menjelaskan cuaca ekstrem dengan suhu rendah dan kelembapan tinggi menciptakan kondisi ideal untuk pembentukan es.
Suhu Capai Minus 5 Derajat Celsius
Hasil penyelidikan menunjukkan suhu rata-rata di atap Shanghai Tower saat itu mencapai minus 5 derajat Celsius.
>>> Iran Tegas Tak Akan Nego Soal Rudal Balistik demi Pertahanan Negara
Pada suhu tersebut, uap air mudah berubah menjadi kristal es dan menempel pada permukaan bangunan.
Kelembapan tinggi yang melanda Shanghai mempercepat penumpukan lapisan es dan salju di bagian atas menara.
Meski Shanghai bukan wilayah bersalju ekstrem, perbedaan cuaca antara permukaan tanah dan puncak gedung tinggi dapat menghasilkan fenomena unik ini.
Fenomena ini bukan pertanda kerusakan struktural.
Shanghai Tower dirancang untuk menghadapi cuaca ekstrem, termasuk suhu di bawah titik beku, angin kencang, dan gempa bumi.
>>> MSCI Pertahankan Status RI di Emerging Market dengan Sederet Catatan
Pembentukan es di bagian luar gedung lebih merupakan dampak alami dari cuaca ekstrem, bukan ancaman bagi keamanan bangunan.
Update Terbaru
Kota Larang Turis Pakai Sandal Jepit, Denda Capai Rp47 Juta
Rabu / 24-06-2026, 09:29 WIB
Gaji Rp8 Juta Bisa KPR Subsidi: Akses Rumah Diperluas atau Kian Ketat?
Rabu / 24-06-2026, 09:29 WIB
Fraksi Gerindra Bantah Budi Djiwandono Minta Awasi Pergerakan Gibran
Rabu / 24-06-2026, 09:29 WIB
Momen Taufik Hidayat Digiring Polisi Usai Ditangkap
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
5 Tim yang Sudah Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
Rocky Hybrid Bukan Gak Laku, Daihatsu Sebut Suplai CBU Sempat Seret
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Sulit Naik
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
Aturan IAEA Inspeksi ke Negara Pemilik Nuklir: Ini Ketentuannya
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
Klasemen Piala Dunia 2026: Kroasia Kalahkan Panama, Peluang Lolos Masih Terbuka
Rabu / 24-06-2026, 09:28 WIB
Cara Blokir Panggilan Nomor Tak Dikenal di Android dan iPhone
Rabu / 24-06-2026, 09:24 WIB
Perbatasan Afghanistan-Pakistan Memanas usai Klaim Serangan Taliban
Rabu / 24-06-2026, 09:24 WIB
Jadwal Siaran Langsung Bosnia vs Qatar di Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 09:24 WIB
7 Ciri Orang Problematik yang Bisa Merusak Hubungan Sosial
Rabu / 24-06-2026, 09:22 WIB






