Tim Hukum Mantan Atlet Olimpiade Sebut Penangkapan Terkait Vandalisme Reflecting Pool sebagai Pengalihan
Tim hukum mantan atlet kano Olimpiade David Hearn membantah keras tuduhan bahwa ia merusak Lincoln Memorial Reflecting Pool.
Mereka menyebut penangkapan Hearn tidak berdasar dan hanya menjadi pengalihan dari kegagalan proyek renovasi.
>>> IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi pada Perdagangan Rabu
Pengacara Hearn mengatakan kepada TMZ bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal.
"Memperlakukan perilaku biasa sebagai tindak pidana mengalihkan perhatian dari pertanyaan nyata tentang bagaimana proyek ini dikelola, termasuk proses kontrak tanpa lelang yang korup," ujar mereka.
Tim hukum juga melontarkan kritik terhadap Presiden Trump.
"Menggunakan sistem peradilan pidana untuk menargetkan orang yang tidak bersalah sebagai bentuk pengalihan adalah perilaku otoriter yang klasik," kata mereka.
Hearn, yang tiga kali mewakili AS dalam Olimpiade cabang slalom kano, ditangkap Jumat lalu oleh U. S.
Park Police. Ia dituduh merusak properti pemerintah di Lincoln Memorial Reflecting Pool yang baru saja direnovasi.
Menurut The Washington Post, Hearn berhenti saat bersepeda sejauh 52 mil untuk melihat Reflecting Pool setelah renovasi senilai $16 juta.
>>> Bahlil Ungkap Hasil Uji Biodiesel B50, Kualitas Lebih Baik dari B40
Ia memasukkan tangan ke air untuk menyentuh bagian liner kolam yang terlepas sebagian.
Otoritas menduga Hearn merusak properti tersebut dan menahannya dengan tuduhan perusakan properti pemerintah secara ringan.
Hearn membantah tuduhan itu sejak awal, mengatakan kepada surat kabar bahwa ia menghabiskan sekitar lima jam dalam tahanan sebelum dibebaskan Jumat malam.
Ia bersikeras tidak pernah merusak, mengelupas, atau merusak bagian mana pun dari Reflecting Pool.
Penangkapan ini memicu kontroversi, terutama karena Hearn mengklaim ia hanya mengamati lokasi saat polisi turun tangan.
Kasus ini masih berjalan, dan jaksa penuntut akan menentukan apakah tuduhan tersebut akan dilanjutkan ke pengadilan.
>>> Jangan Panik! Ini Alasan Pesawat Belum Bisa Mendarat
Sebelumnya, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa "Departemen Taman" memiliki bukti bahwa pengacau bertanggung jawab atas kerusakan liner kolam, namun klaim tersebut tidak terbukti.
Update Terbaru
Iran Tegas Tak Akan Nego Soal Rudal Balistik demi Pertahanan Negara
Rabu / 24-06-2026, 08:24 WIB
MSCI Pertahankan Status RI di Emerging Market dengan Sederet Catatan
Rabu / 24-06-2026, 08:24 WIB
Kapolda Jabar: Perilaku Taufik Hidayat Tak Wajar, Ini Sadis
Rabu / 24-06-2026, 08:24 WIB
Charli XCX Tampil Berani dengan Atasan Transparan di Paris Fashion Week
Rabu / 24-06-2026, 08:22 WIB
Marcy Walker, Bintang 'All My Children', Hadapi Masalah Kesehatan Misterius
Rabu / 24-06-2026, 08:21 WIB
Nenek Blueface Ungkap Alasan Cucunya yang Viral Sering Mengumpat
Rabu / 24-06-2026, 08:21 WIB
Indonesia Buka Peluang ke Semifinal AVC Cup 2026 usai Gulung Thailand
Rabu / 24-06-2026, 08:21 WIB
Biaya Verifikasi Wajah Rp3 Ribu, ATSI Minta Diskon ke Kemenkeu
Rabu / 24-06-2026, 08:21 WIB
Kroasia Kalahkan Panama 1-0, Peluang Lolos ke 32 Besar Masih Terbuka
Rabu / 24-06-2026, 08:21 WIB
Fakta-Fakta Taufik Hidayat Sekap dan Siksa Perempuan Selama 3 Tahun
Rabu / 24-06-2026, 08:21 WIB
Bintang Film Dewasa Drake Von Bantah Minum Alkohol Sebelum Kecelakaan DUI
Rabu / 24-06-2026, 08:19 WIB
Kubu Sarwendah Klaim Lebih Dulu Laporkan ke KPAI Sebelum Ruben Onsu
Rabu / 24-06-2026, 08:19 WIB
Keuntungan AS dan Iran dari Kesepakatan di Swiss
Rabu / 24-06-2026, 08:19 WIB
Prabowo Terbang ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan
Rabu / 24-06-2026, 08:15 WIB






