Prabowo mengklaim langkah penutupan tersebut telah menghasilkan penghematan dalam jumlah besar bagi negara.

"Sudah kita tutup, kita menghemat triliunan hanya dari menutup perusahaan-perusahaan yang enggak benar," ujarnya.

in1

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung adanya praktik tata kelola yang menurutnya bermasalah di sejumlah perusahaan negara.

Ia menilai keberadaan perusahaan yang terus merugi tidak jarang dimanfaatkan untuk menutupi berbagai penyimpangan.

"Sudah rugi, minta bonus lagi," kata Prabowo.

Pemerintah dalam beberapa waktu terakhir memang tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap BUMN melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Salah satu tujuan penataan tersebut adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara sekaligus memperkuat kinerja perusahaan pelat merah.

>>> Iran Klaim AS Setuju Cairkan Aset Rp214 Triliun Hasil Deal Swiss

Meski demikian, Prabowo belum merinci daftar perusahaan yang telah ditutup maupun BUMN mana saja yang masuk dalam rencana penataan lanjutan tersebut.