Marinir di Okinawa Terima Sistem Rudal Anti-Kapal dan Anti-Drone
Marinir Amerika Serikat yang bertugas di Okinawa, Jepang, baru saja mendapatkan tambahan persenjataan baru yang dirancang untuk menghancurkan kapal perang musuh dan menangkal ancaman drone.
Divisi Marinir ke-3 mengumumkan bahwa Resimen Littoral Marinir ke-12 telah menerima dua sistem senjata terbaru Korps Marinir: Navy-Marine Expeditionary Ship Interdiction Systems (NMESIS) dan Marine Air Defense Integrated Systems (MADIS).
>>> Gojek dan Grab Resmi Potong Komisi Ojol Jadi 8% per 1 Juli 2026
Kedatangan dua platform senjata ini terjadi di tengah upaya militer AS merombak kekuatan Pasifiknya untuk mencegah atau menghadapi potensi konflik dengan China.
NMESIS adalah platform yang dioperasikan dari jarak jauh, dipasang pada kendaraan Joint Light Tactical Vehicle, dan menembakkan Naval Strike Missiles.
Rudal tersebut mampu mencapai sasaran sejauh 115 mil, menjadikannya efektif sebagai kemampuan anti-kapal di pesisir.
Penempatan sistem ini di Jepang telah lama menjadi bagian dari Force Design Initiative Korps Marinir, yang menekankan konflik antarnegara, terutama kampanye perang pulau skala besar.
Menurut Mark Cancian, penasihat senior CSIS dan pensiunan kolonel Marinir, penempatan ini memperkuat kemampuan Resimen Littoral Marinir ke-12 secara signifikan.
Resimen Littoral Marinir adalah formasi baru yang dibentuk untuk bertempur di lingkungan littoral yang diperebutkan, yaitu di pulau dengan kekuatan musuh yang dekat.
Dalam praktiknya, mereka bertugas sebagai kekuatan yang ditempatkan di depan untuk kampanye perang pulau, melakukan kontra-reconnaissance, dan dipersenjatai dengan daya tembak yang cukup untuk menghancurkan kapal perang musuh.
Sekitar 2.000 Marinir tergabung dalam Resimen Littoral Marinir ke-12.
Cancian menekankan bahwa mendapatkan NMESIS sangat penting karena menjadi tulang punggung Resimen Littoral Marinir.
Update Terbaru
Ancaman PHK Massal di Industri Otomotif, 7.000 Pekerja Terancam
Selasa / 23-06-2026, 19:48 WIB
ESDM Belum Buka Relaksasi RKAB Nikel 2026, Fokus pada Batu Bara
Selasa / 23-06-2026, 19:44 WIB
Soelaeman Soemawinata Ditunjuk Jadi Perwakilan FIABCI untuk PBB di Jenewa
Selasa / 23-06-2026, 19:43 WIB
BEI Kebanjiran IPO, Kaesang hingga Jejak Prajogo Pangestu Warnai Antrean Emiten Baru
Selasa / 23-06-2026, 19:43 WIB
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
Selasa / 23-06-2026, 19:38 WIB
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 untuk 500 Anak sebagai Wujud Komitmen ESG
Selasa / 23-06-2026, 19:38 WIB
Porsche Luncurkan Strategy 2035, Fokus pada Profit Bukan Volume
Selasa / 23-06-2026, 19:35 WIB
Toyota Akui RAV4 Pickup Menarik, Tapi Belum Berkomitmen
Selasa / 23-06-2026, 19:35 WIB
Ekonomi Digital Indonesia Tembus 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Ajak Kolaborasi Nasional
Selasa / 23-06-2026, 19:33 WIB
Pendapatan Samsung dari Chip HBM4 Tembus Rp16 Triliun
Selasa / 23-06-2026, 19:33 WIB
Apple Tingkatkan RCS Messaging antara iPhone dan Android dengan iOS 27
Selasa / 23-06-2026, 19:33 WIB
Retina Buatan Ini Bisa Pulihkan Penglihatan dan Deteksi Cahaya Inframerah
Selasa / 23-06-2026, 19:29 WIB
Ilmuwan Akhirnya Jelaskan Mengapa Kucing Mendengkur, Bukan Sekadar Bahagia
Selasa / 23-06-2026, 19:28 WIB
Gen Z Paling Berani Minta Naik Gaji, Gen X Cenderung Menerima Nasib
Selasa / 23-06-2026, 19:28 WIB






