PT Rans Entertainment Indonesia Tbk mengungkap susunan pemegang saham menjelang penawaran umum perdana saham (IPO).

Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan pada 23 Juni 2026, tercantum sejumlah nama publik seperti Kaesang Pangarep dan Chief Executive Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria.

in1

>>> Indonesia Perlu Perkuat Ekosistem Investasi untuk Jadi Primadona ASEAN

Rans Entertainment akan melepas sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan kisaran harga penawaran Rp135-Rp170 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp429,25 miliar.

Struktur Pemegang Saham Sebelum IPO

Raffi Farid Ahmad masih menjadi pengendali utama dengan kepemilikan 7,935 miliar saham atau setara 78,68%.

Posisi berikutnya ditempati PT Indonesia Entertainmen Grup dengan kepemilikan 9,04%.

Dony Oskaria memiliki 345,25 juta saham atau setara 3,42%, sementara Kaesang Pangarep menguasai 115,25 juta saham atau sekitar 1,14%.

Nama lain yang tercatat antara lain Soultan Ariq Rachman sebesar 3,43%, Sutanto Hartono sebesar 1,43%, Nagita Slavina Mariana Tengker sebesar 1,24%, Hikmat Janika sebesar 0,86%, serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesar 0,76%.

Setelah IPO, kepemilikan para pemegang saham eksisting akan terdilusi.

>>> Lionel Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Kini 18 Gol

Kepemilikan Raffi Ahmad diproyeksikan turun menjadi 62,93%, PT Indonesia Entertainmen Grup menjadi 7,23%, Dony Oskaria menjadi 2,74%, dan Kaesang Pangarep menjadi 0,91%.

Masyarakat akan menguasai 20,02% saham perseroan.

Seluruh pemegang saham eksisting akan dikenakan ketentuan lock-up period sesuai POJK Nomor 25 Tahun 2017.

Para pemegang saham dilarang mengalihkan sahamnya hingga delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Raffi Ahmad selaku pengendali perseroan menyatakan tidak akan mengalihkan pengendaliannya dalam jangka waktu tiga tahun setelah pencatatan saham perdana.

Rans Entertainment menjadwalkan masa penawaran awal pada 23-25 Juni 2026, sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan pada 10 Juli 2026.

>>> Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK di Forum Mahasiswa

Dana hasil IPO akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang, pembangunan wahana bermain Cipungland, penyelenggaraan konser, pengembangan bisnis AI, akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, serta pengembangan usaha entitas anak.