PDIP Dikhawatirkan Guncang Koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pegiat media sosial Ade Armando mengungkapkan alasan partai-partai koalisi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka khawatir jika PDIP bergabung.
Menurutnya, PDIP memiliki basis massa yang besar dan pengaruh politik yang kuat, terlebih sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPR periode 2024–2029.
>>> ICJR Desak Polisi Setop Laporan terhadap Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
"Saya paham kalau partai-partai koalisi pemerintah khawatir. PDIP tetap merupakan salah satu partai terbesar di Indonesia.
Basis massanya besar. Kursinya di DPR sangat signifikan.
Pengaruh Megawati juga masih sangat kuat," ungkap Ade dalam kanal YouTube COKRO TV, dikutip Selasa (23/6).
Ade menilai, jika PDIP masuk pemerintahan, keseimbangan politik di koalisi akan berubah.
Partai-partai lain bisa kehilangan ruang pengaruh, baik dalam jabatan menteri, posisi strategis, maupun akses terhadap sumber daya politik.
"Ketika pemain besar masuk ke dalam ruangan, pemain lain biasanya mulai menghitung ulang posisi mereka," imbuhnya.
Sikap PDIP Dinilai Belum Tegas
Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid meminta PDI-P memperjelas sikap politiknya.
>>> Libur Sekolah 2026, Penumpang Bandara Kualanamu Diprediksi Capai 376.954 Orang
Ia menilai, jika memilih berada di luar pemerintahan, sebaiknya PDI-P bersikap sebagai oposisi secara tegas, bukan dengan posisi yang dianggap masih "abu-abu".
Jazilul menekankan bahwa partai-partai koalisi sedang berjuang mewujudkan janji-janji Presiden Prabowo, sehingga sikap PDI-P perlu lebih jelas.
"Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden.
Semua program-program sudah ditata," ujar Jazilul, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ia juga mempertanyakan konsep "partai penyeimbang" yang selama ini disampaikan PDI-P. Menurut Jazilul, sikap tersebut belum terlihat nyata dan menimbulkan kesan tidak konsisten.
"Belum, belum. Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya.
>>> Usulan Jembatan Barombong Makassar Ditolak Pusat, Ini Alasannya
Menyeimbangkan kayak apa, itu enggak paham," kata Jazilul.
Update Terbaru
Pemkab Bogor Hentikan Sewa Kendaraan Dinas Demi Efisiensi Anggaran
Selasa / 23-06-2026, 16:35 WIB
Kenali 4 Tanda Jersey Palsu Sebelum Membeli, Jangan Sampai Menyesal
Selasa / 23-06-2026, 16:33 WIB
Lee Do Hyun Dikabarkan Jadi Pemeran Utama Drama Aksi 'Destroyer of Destruction'
Selasa / 23-06-2026, 16:33 WIB
Penguntit Jungkook BTS Dihukum Penjara Ditangguhkan, Akan Dideportasi
Selasa / 23-06-2026, 16:33 WIB
Kim Moo-yul dan Jung Ryeo-won Bintangi Drama Medis Netflix 'First Doctor'
Selasa / 23-06-2026, 16:29 WIB
Nissan Hidupkan Kembali Van NV200 dengan Wajah Baru dan Teknologi Hybrid
Selasa / 23-06-2026, 16:28 WIB
Waspada Malware Rokarolla: Trojan Android yang Kuras Rekening dan Kendalikan Perangkat
Selasa / 23-06-2026, 16:28 WIB
Bocoran Terbaru Ungkap Nama Warna Galaxy Z Flip 8, Fold 8, dan Fold 8 Ultra
Selasa / 23-06-2026, 16:28 WIB
Samsung Umumkan Tanggal Rilis, Desain, dan Fitur Galaxy M47
Selasa / 23-06-2026, 16:28 WIB
Survei: Pekerja RI Tolak Kenaikan Gaji Jika Kantor Masih Toxic
Selasa / 23-06-2026, 16:28 WIB
Netizen Heboh Lihat Video Kocak no na dan NPD Viral di Medsos
Selasa / 23-06-2026, 16:28 WIB
INALSA Luncurkan Air Fryer Stainless Steel SteelChef DW5.5 5,5L
Selasa / 23-06-2026, 16:25 WIB
JBL Live 780NC dan Live 680NC Resmi Diluncurkan di India dengan True Adaptive Noise Cancelling 2.0
Selasa / 23-06-2026, 16:24 WIB
Badai Memflation Melanda, Harga Smartphone Diprediksi Naik
Selasa / 23-06-2026, 16:24 WIB






