Klarifikasi dugaan dana usai pertemuan di Istana Wakil Presiden

Pengakuan itu muncul dalam forum klarifikasi internal mahasiswa yang digelar beberapa hari setelah muncul desakan transparansi dari kalangan kampus terkait peran pengurus BEM dalam komunikasi dengan pihak luar.

>>> Daftar Mobil PHEV Terlaris Januari-Mei 2026 di Indonesia, Chery Tiggo 8 CSH Teratas

Forum mahasiswa berlangsung panas

in1

Forum yang digelar pada 22 Juni 2026 tersebut sempat berjalan tidak mulus karena Abdimaludin tidak hadir sejak awal. Sejumlah mahasiswa kemudian meminta penjelasan langsung terkait isu penerimaan dana yang telah beredar di lingkungan kampus.

Salah satu peserta forum dari Fakultas Hukum UBK, Na’ilah Panrita Hartono, menyebut diskusi berlangsung cukup tegang sebelum akhirnya Abdimaludin hadir dan memberikan penjelasan terbuka di hadapan peserta forum serta pihak kampus.

Pengakuan penerimaan dan pembagian uang

Dalam forum itu, Abdimaludin menjelaskan bahwa dana Rp20 juta diterima dengan alasan terkait perubahan lokasi aksi mahasiswa, dari depan Istana Negara ke sekitar Gedung DPR RI di bawah naungan :contentReference[oaicite:3]{index=3}.

Ia juga mengakui bahwa uang tersebut tidak digunakan secara pribadi seluruhnya, melainkan dibagikan kepada sejumlah orang yang terlibat dalam struktur organisasi mahasiswa.

Menurut penjelasan yang disampaikan dalam forum, dana tersebut dibagi kepada tujuh orang, termasuk dirinya sendiri yang menerima sekitar Rp6 juta, sementara sisanya didistribusikan kepada pengurus BEM dan beberapa pihak lain.

Nama-nama yang disebut dalam forum

Sejumlah nama turut disebut dalam forum sebagai pihak yang diduga menerima bagian dana tersebut, di antaranya Wakil Ketua BEM FH UBK, pengurus BEM Fakultas Ekonomi, serta beberapa individu yang dikaitkan dengan jaringan organisasi kemahasiswaan :contentReference[oaicite:4]{index=4}.