"Walaupun yang naik adalah BBM non-subsidi, tapi banyak digunakan oleh kelas menengah, jadi pasti sedikit banyak akan berpengaruh kepada ekonomi rakyat kelas menengah.

Maka dari itu jangan dianggap remeh," ujarnya.

in1

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak membedakan kebutuhan masyarakat berdasarkan kelas ekonomi. Menurutnya, tekanan ekonomi yang dialami kelompok menengah pada akhirnya akan berdampak terhadap lapisan masyarakat di bawahnya.

"Rakyat mah rakyat saja.

Kelas menengah juga pasti akan berpengaruh ke kelas yang di bawahnya, kecuali pemerintah memang enggak peduli," kata Hensa.

Karena itu, Hendri mendesak pemerintah segera merespons keluhan masyarakat dan tidak memandang kenaikan harga BBM sebagai persoalan teknis semata.

Pemerintah dinilai perlu melihat dampaknya secara lebih luas terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

>>> Wakil Presiden AS JD Vance Sebut Semua Target Utama Negosiasi dengan Iran Tercapai

"Daripada mengabaikan suara rakyat, lebih baik pemerintah turun langsung mendengar aspirasi dan mencari solusi yang tepat, seperti menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan meringankan beban masyarakat," pungkasnya.