6 Tanda Anda Diam-Diam Haus Validasi dan Cara Mengatasinya
Mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari orang lain memang menyenangkan. Namun, jika kebutuhan itu menjadi berlebihan hingga memengaruhi kebahagiaan dan keputusan hidup, Anda mungkin mengalami 'haus validasi'.
Menurut Shahida Arabi, peneliti dari Harvard University, kebutuhan validasi adalah bagian alami dari hubungan sosial.
>>> Diogo Dalot Bela Cristiano Ronaldo dari Kritik Usai Imbang Lawan Kongo
Masalah muncul saat seseorang terlalu bergantung pada pengakuan eksternal, yang bisa mengikis rasa percaya diri dan berdampak pada kesehatan mental.
Validasi internal berarti mampu menghargai pencapaian dan perasaan sendiri. Sementara validasi eksternal datang dari orang lain seperti teman atau rekan kerja.
Ketidakseimbangan antara keduanya bisa menjadi masalah.
6 Tanda Haus Validasi
Kebutuhan validasi yang berlebihan bisa dikenali melalui beberapa tanda. Pertama, selalu merasa bersalah saat menolak permintaan orang lain.
Kedua, berprestasi hanya untuk mendapatkan pujian. Ketiga, sulit mengambil keputusan tanpa pendapat orang lain.
>>> FAO Proyeksikan Harga Daging Sapi dan Ayam Tetap Tinggi Sepanjang 2026
Keempat, takut ditinggalkan bila berbeda pendapat. Kelima, merasa rendah diri saat tidak menjadi pusat perhatian.
Keenam, sering membandingkan diri dan menganggap hidup orang lain lebih baik. Jika perilaku ini terus berlanjut, seseorang bisa kehilangan identitas diri.
Cara Membangun Validasi Internal
Shahida Arabi menyarankan beberapa langkah praktis. Pertama, refleksikan pengalaman masa kecil dan sadari apakah Anda kurang mendapat dukungan emosional.
Kedua, gunakan self-care dan afirmasi positif seperti meditasi atau yoga. Ucapkan afirmasi seperti 'Saya cukup' untuk mengganti pikiran negatif.
Ketiga, belajar mengatakan tidak mulai dari hal kecil. Keempat, bangun lingkaran dukungan sehat dengan orang-orang yang menghargai tanpa syarat.
>>> Vinicius Junior Akui Pentingnya Instruksi Ancelotti untuk Perkembangannya
Mencari validasi dari orang lain bukanlah hal buruk, selama tetap seimbang dengan penghargaan pada diri sendiri. Jika sulit diubah, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental bisa membantu.
Update Terbaru
Jepang Hancurkan Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 22:36 WIB
Jerman Incar Kemenangan Atas Ekuador Demi Sapu Bersih Fase Grup
Minggu / 21-06-2026, 22:36 WIB
Suporter Jepang Bersihkan Stadion Monterrey Usai Laga Piala Dunia
Minggu / 21-06-2026, 22:36 WIB
Lamine Yamal Starter, Spanyol Hadapi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 22:31 WIB
Nano Machine Chapter 318: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca
Minggu / 21-06-2026, 22:28 WIB
Klasemen MotoGP 2026: Bezzecchi Masih Puncaki, Marc Marquez Keempat
Minggu / 21-06-2026, 22:28 WIB
Jadwal Rilis Eleceed Chapter 407: Spoiler dan Cara Baca
Minggu / 21-06-2026, 22:24 WIB
Program JKN Bantu Ridwan Lawan Penyakit Jantung
Minggu / 21-06-2026, 22:24 WIB
Antwerp Juara FIBA 3x3 Lion City Challenger 2026 di Singapura
Minggu / 21-06-2026, 22:20 WIB
Jakarta Fair 2026 Catat Lebih dari 1,5 Juta Pengunjung di Pekan Pertama
Minggu / 21-06-2026, 22:20 WIB
I.League Hapus Regulasi Wajib Pemain U-23 di Super League
Minggu / 21-06-2026, 22:11 WIB
Google Pajang Doodle Dangdut Rayakan Hari Musik Sedunia
Minggu / 21-06-2026, 22:07 WIB
Pakar IPB Ungkap Penyebab Populasi Kunang-Kunang Menyusut Drastis
Minggu / 21-06-2026, 22:06 WIB
Cara Daftar Program Kualifikasi Akademik S1 dan D4 Guru via SIPKA-GURU
Minggu / 21-06-2026, 22:05 WIB






