Situs Bersejarah Nani Wartabone di Gorontalo Terancam Hilang
Pembongkaran rumah jawatan bekas Kantor Pos di Kota Gorontalo yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone mendapat perhatian dari keluarga, pegiat budaya, dan lembaga pelestarian kebudayaan.
Bangunan tersebut diyakini sebagai lokasi pengibaran bendera Merah Putih pertama kali oleh Nani Wartabone di daerah itu.
>>> Penyidik OJK Sita 41 Aset Properti Terkait Kasus BPRS Gebu Prima Medan
Perwakilan keluarga Nani Wartabone, Iwan Hulukati, mengatakan pembongkaran dilakukan setelah pemilik lahan memenangkan gugatan terhadap Pemerintah Kota Gorontalo.
Sebelum pembongkaran, keluarga telah mengajukan permohonan penundaan melalui surat kepada pemerintah daerah, kementerian terkait, dan lembaga pelestarian budaya.
"Kami sudah menyurat ke wali kota, kementerian, dan pihak terkait agar ditangguhkan dulu dan didiskusikan bersama, tetapi sampai sekarang pembongkaran tetap berjalan," kata Iwan.
Menurut dia, bangunan tersebut merupakan rumah jawatan Kantor Pos yang memiliki nilai sejarah penting bagi Gorontalo. Keluarga berharap jejak sejarah yang melekat tetap dapat dipertahankan.
Iwan menegaskan bahwa keluarga tidak menolak rencana pembangunan hotel di lokasi tersebut. Mereka mengusulkan agar bangunan bersejarah itu tetap menjadi bagian dari kawasan yang akan dikembangkan.
"Kami sudah menyampaikan silakan membangun hotel, tetapi situs sejarahnya jangan dibongkar. Bisa dijadikan galeri atau bagian dari kawasan hotel sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga," ujarnya.
Keluarga Nani Wartabone saat ini mempertimbangkan langkah lanjutan dengan menyampaikan persoalan tersebut kepada Ombudsman dan kementerian terkait.
Sebelumnya, surat keberatan juga telah dikirimkan kepada pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak yang menangani pelestarian cagar budaya.
Keprihatinan Lembaga Pelestarian
Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Mochammad Andri WP, mengaku menyayangkan pembongkaran bangunan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah daerah.
Update Terbaru
Eloy Room Catat Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 12:24 WIB
Perum Bulog Serap 3,17 Juta Ton Beras Petani Hingga Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 12:24 WIB
Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan Akibat Kontroversi Distorsi Sejarah
Minggu / 21-06-2026, 12:21 WIB
Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara
Minggu / 21-06-2026, 12:21 WIB
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
Minggu / 21-06-2026, 12:20 WIB
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
Minggu / 21-06-2026, 12:20 WIB
DKI Tak Pindahkan Patung Sudirman Selama Bangun Pedestrian Dukuh Atas
Minggu / 21-06-2026, 12:20 WIB
Indomobil eMotor Tyranno X Resmi Meluncur, Jarak Tempuh Lebih Jauh Rp32,8 Juta
Minggu / 21-06-2026, 12:20 WIB
Veda Ega Start Posisi Delapan di Moto3 Ceko 2026
Minggu / 21-06-2026, 12:16 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Ekuador Ditahan Curacao Tanpa Gol
Minggu / 21-06-2026, 12:15 WIB
Polisi Buru Pria yang Perintahkan Istri Buang Bayi di Makassar
Minggu / 21-06-2026, 12:12 WIB
Khofifah: Munas-Konbes NU 2026 Rumuskan Solusi Persoalan Umat
Minggu / 21-06-2026, 12:12 WIB
Belanda Hancurkan Swedia 5-1, Graham Potter Minta Blagult Petik Pelajaran
Minggu / 21-06-2026, 12:12 WIB
Norwegia Larang AI Generatif untuk Siswa SD, Mulai Agustus 2026
Minggu / 21-06-2026, 12:11 WIB






