Penyanyi dangdut senior Inul Daratista menyebut musik dangdut modern semakin diterima oleh generasi muda, khususnya Gen Z.

Hal itu disampaikan Inul usai tampil dalam acara Geal-Geol Google yang digelar Google Indonesia dalam rangka menyambut Hari Musik Sedunia pada 21 Juni.

in1

>>> Infinix Hot 40 Pro Masih Layak Dilirik Pengguna pada 2026

Menurut Inul, tren statistik dangdut menunjukkan peningkatan positif. Banyak anak muda kini mulai menikmati dangdut sebagai bagian dari selera musik mereka.

"Tren statistiknya oke, naik terus, karena aku lihat bahwa sekarang Gen Z juga sudah bisa menerima dangdut ya.

Bukan saja orang-orang jadul, tapi sekarang generasi Gen-Z juga semua bisa menikmati dan bisa menerima, khususnya juga anak-anak remaja sekarang," tutur Inul.

Perkembangan dangdut yang semakin beragam diharapkan dapat membuka peluang agar musik tersebut dikenal lebih luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

"Senang dong, karena dengan begitu kita bisa membuka wawasan internasional juga bahwa dangdut itu tidak melulu klasik saja gitu," lanjutnya.

Inul menekankan bahwa kekuatan dangdut terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan berbagai genre musik lain tanpa kehilangan identitas sebagai musik rakyat Indonesia.

"Dangdut itu sangat universal, dangdut itu bener-bener memberikan hiburan yang sangat luar biasa kepada masyarakat Indonesia, baik itu pure dangdut, baik itu di luar genre dangdut mereka semuanya enjoy.

Bahkan musik dangdut itu bisa dimodifikasi apa saja gitu," ujar Inul.

>>> Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR

Fenomena subgenre seperti hip-hop dangdut (hipdut), pop-dut, hingga disco dangdut menjadi bukti nyata evolusi dangdut modern.

Tren pencarian berbagai subgenre dangdut modern di Google juga mengalami peningkatan signifikan.