“Awalnya LiteraTOUR datang dari keresahan bahwa transportasi umum, terutama di Surabaya, itu kurang terhubung dengan baik.

Jadi pengennya membuat teman-teman sadar bagaimana transportasi umum dan seperti apa yang diharapkan,” ujar Wahyu.

in1

Dari keresahan tersebut, lahirlah gerakan yang menggabungkan literasi dengan pengalaman menjelajahi kota. Perjalanan tidak harus diisi dengan gawai, melainkan bisa dimanfaatkan untuk membaca dan merasakan dinamika kota.

Membaca Tidak Hanya di Perpustakaan

Menurut Wahyu, membaca tidak harus selalu di perpustakaan atau meja belajar. Membaca bisa menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk saat bepergian dengan transportasi umum.

“LiteraTOUR itu konsepnya sebenarnya membaca buku bersama di public transportation, karena ingin mengampanyekan membaca dan menggunakan transportasi umum.

>>> Garner Kalahkan Magnesi, Raih Sabuk Interim WBC

Mengalami kota pakai transportasi umum seperti apa sambil membaca. Biasanya dari titik baca satu ke titik baca yang lain,” tutur Wahyu.