Petinju Inggris Ryan Garner berhasil mengalahkan Michael Magnesi dalam perebutan gelar juara interim kelas bulu (58,9 kg) WBC.

Pertarungan digelar di Stadion St Mary's, Southampton, Inggris, pada Sabtu (20/6) waktu setempat.

in1

>>> Jerman Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Pantai Gading

"Jika bukan karena Southampton, ini tidak akan pernah terjadi," kata Garner, dikutip dari DAZN, Minggu.

Sejak ronde pertama, kedua petinju menunjukkan intensitas tinggi. Garner tampil agresif di hadapan publik sendiri dengan terus menekan lawan.

Magnesi, petinju asal Italia, tidak bermain aman. Ia meladeni pertukaran pukulan jarak dekat sehingga pertarungan berlangsung sengit.

Garner beberapa kali memaksa Magnesi mundur ke tali ring. Julukan "The Piranha" itu melepaskan kombinasi pukulan ke kepala dan badan lawan dengan kecepatan dan akurasi tinggi.

Pada jarak menengah, Garner lebih efektif memilih momen menyerang dan lebih bersih dalam mendaratkan pukulan.

>>> 25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Pertarungan juga diwarnai duel fisik keras. Kedua petinju beberapa kali bertarung dalam jarak sangat dekat hingga kepala saling menempel.

Wasit beberapa kali turun tangan untuk memisahkan dan memberi peringatan.

Memasuki ronde penentuan, Garner tetap menjaga tempo serangan.

Ketika bel akhir ronde ke-12 berbunyi, ketiga juri memberikan kemenangan mutlak (unanimous decision) dengan skor 116-112, 118-110, dan 119-109.

Hasil ini menjadi langkah penting menuju gelar juara dunia penuh WBC. Sabuk interim membuka peluang lebih besar untuk menghadapi juara dunia kelas super bulu.

>>> Prosedur Estetika Non-Bedah Kian Diminati Secara Global

Garner, 28 tahun, kini mencatatkan 20 kemenangan tanpa kekalahan, separuh di antaranya melalui KO. Sementara Magnesi harus pulang dengan rekor 26 kemenangan (12 KO) dan tiga kekalahan.