Masyarakat global kini semakin meminati prosedur kecantikan non-bedah untuk menjaga penampilan awet muda tanpa rasa sakit.

Tren ini mendominasi industri estetika karena menawarkan hasil yang terlihat alami dan praktis.

in1

>>> 4 Rekomendasi Pompa Air untuk Sumur Kedalaman 20 Meter

Survei International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) 2024 yang dirilis pada Juni 2025 menunjukkan ada lebih dari 20,5 juta prosedur non-bedah di seluruh dunia sepanjang 2024.

Jumlah tersebut menjadi bagian terbesar dari total 38 juta tindakan estetika global.

Beberapa opsi perawatan non-bedah yang paling dicari meliputi suntikan botulinum toxin (Botox), filler hyaluronic acid, pengencangan kulit, hingga tindakan chemical peeling.

Laporan ISAPS mendata lonjakan besar pada beberapa jenis perawatan.

Penggunaan filler berbahan hyaluronic acid pada 2024 melesat hingga 56,4 persen jika dibandingkan dengan data tahun 2020.

Sementara itu, tindakan chemical peel mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Jenis perawatan pengelupasan kulit kimiawi ini meningkat di atas 100 persen dalam periode kurun waktu yang sama.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dendy Engelman, dalam wawancara dengan Vogue pada 2023 membenarkan pergeseran minat pasien tersebut.

Menurutnya, publik kini menghindari perubahan bentuk wajah secara ekstrem.

>>> Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya

Pasien saat ini lebih memilih perawatan yang berfokus untuk mempertahankan kualitas kulit serta menghambat tanda-tanda penuaan dini agar hasilnya tetap natural.

Pentingnya Kompetensi Tenaga Medis

Peningkatan minat terhadap treatment non-bedah ini juga diikuti oleh kenaikan kasus komplikasi atau hasil yang tidak sesuai ekspektasi.

Oleh karena itu, para pakar mengingatkan pentingnya pengawasan dari tenaga medis yang kompeten.