Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi Usai Moratorium Dapur MBG
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) mendukung langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, mereka mendesak pemerintah tidak menggantung nasib para investor dan pelaku usaha yang telah telanjur menanamkan modal besar.
>>> PSOI Dukung Anggaran Multiyears untuk Pelatnas Selancar
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras menilai evaluasi dan moratorium memang diperlukan agar tata kelola program MBG bisa diperbaiki secara menyeluruh.
"Kami menyetujui evaluasi dan moratorium dengan harapan agar selama masa transisi ini, Badan Gizi Nasional benar-benar melakukan pembenahan yang positif, lebih akuntabel, transparan, dan memiliki tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan secara penuh kepada publik," kata Rivai dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Meski demikian, Rivai mengingatkan agar kebijakan moratorium tidak dilakukan tanpa batas waktu yang jelas.
Menurutnya, banyak mitra MBG sudah mengeluarkan investasi untuk membangun fasilitas, membeli peralatan hingga merekrut tenaga kerja.
"Moratorium tidak boleh dijalankan tanpa batas waktu yang jelas dan tanpa skema mitigasi bagi pelaku usaha yang telah menanamkan modal, membangun fasilitas, membeli peralatan, serta merekrut tenaga kerja berdasarkan arah kebijakan yang disampaikan pemerintah," ujarnya.
>>> Hajime Moriyasu Rombak Lini Depan Jepang Hadapi Tunisia
APPMBGI juga meminta agar evaluasi yang dilakukan BGN tidak hanya sebatas menghentikan pembangunan dapur baru, tetapi menyasar seluruh tata kelola program.
Asosiasi tersebut menilai pembenahan perlu dilakukan mulai dari sistem pengawasan dapur, mekanisme pencairan dana kepada mitra, hingga standar kualitas dan keamanan pangan.
Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Dayeng menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi dan moratorium terhadap lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi sebelum membuka pendaftaran titik baru.
Menurut Nanik, langkah tersebut diambil untuk memastikan distribusi dapur MBG lebih efisien dan sesuai kebutuhan di setiap daerah.
BGN menemukan adanya penumpukan dapur MBG di wilayah perkotaan dan kawasan aglomerasi. Sementara itu, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) justru belum terjangkau secara optimal.
>>> Susunan Pemain Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Ao Tanaka
Karena itu, BGN memutuskan menghentikan sementara pembukaan titik baru sambil melakukan pemetaan kebutuhan di setiap wilayah.
Update Terbaru
AKPSI: Kebijakan Ekspor Satu Pintu Perbaiki Tata Kelola Niaga Sawit
Minggu / 21-06-2026, 12:04 WIB
Tato di Pergelangan Tangan Ganggu Sensor Detak Jantung Smartwatch
Minggu / 21-06-2026, 12:04 WIB
Masa Simpan Parfum Bisa Habis dan Picu Gangguan Kulit
Minggu / 21-06-2026, 12:04 WIB
Orang Tua dan Murid di Batam Gelar Pawai Dukung Program MBG
Minggu / 21-06-2026, 12:01 WIB
Pegadaian Gelar Khitan Massal Gratis di Seluruh Kantor Wilayah
Minggu / 21-06-2026, 12:01 WIB
Profil Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting yang Go Public
Minggu / 21-06-2026, 12:00 WIB
Jepang Ungguli Tunisia 2-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 12:00 WIB
Khutbah Jumat 26 Juni 2026 Angkat Tema Bahaya Judi Bola di Tengah Demam Piala Dunia
Minggu / 21-06-2026, 12:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 22 - 28 Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:58 WIB
HIPMI Karawang Minta PLN Perhatikan Jam Produktif saat Pemadaman Listrik
Minggu / 21-06-2026, 11:56 WIB
Pejabat Mesir, Saudi, Turki, dan AS Bahas MoU Iran-AS di Kairo
Minggu / 21-06-2026, 11:56 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS Akibat Sentimen Global
Minggu / 21-06-2026, 11:56 WIB
Daftar Acara Trans TV Senin, 22 Juni 2026 Ada Film Bioskop, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link
Minggu / 21-06-2026, 11:55 WIB
John Herdman Rela Lewatkan Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
Minggu / 21-06-2026, 11:52 WIB






