Ulasan Novel Katri: Kisah Perempuan Bertahan di Tengah Tragedi 1965
Novel "Katri" karya Adeste Adipriyanti hadir sebagai kontribusi sastra yang mengangkat tragedi kemanusiaan tahun 1965–1966 dari sudut pandang intim seorang perempuan.
Buku ini menawarkan perspektif baru tentang ketahanan fisik dan psikologis di tengah badai politik yang kejam.
>>> David Almansa Raih Pole Position Moto3 Ceko 2026, Veda Ega Start Kedelapan
Sinopsis Novel Katri
Cerita berlatar di Desa Trunuh pada Oktober 1965. Katri atau Sukatri sedang hamil tujuh bulan ketika suaminya menghilang selama tiga hari.
Seorang oknum tentara kemudian menembak pipinya dari jarak dekat. Motifnya bukan politik, melainkan utang uang senilai satu juta rupiah yang ditagih Katri.
Secara ajaib Katri selamat.
Ia harus bertahan dengan wajah cacat dan trauma psikologis demi bayi dalam kandungan serta keadilan yang tak kunjung tiba.
Kelebihan Novel
Landasan historis novel ini sangat kuat karena ditulis berdasarkan kisah nyata Sukatri. Penulis Adeste Adipriyanti adalah generasi ketiga korban 1965.
Adeste berhasil menghindari gaya penulisan kaku yang sering ditemui dalam fiksi sejarah. Ia fokus pada aspek kemanusiaan yang intim.
>>> OKI Peringatkan Bahaya Rencana Israel Ubah Status Kota Hebron
Novel ini juga mengungkap dimensi lain kekerasan 1965 yang jarang disorot, yaitu motif ekonomi dan keserakahan pribadi yang memanfaatkan kekacauan politik.
Kekurangan Novel
Fokus cerita yang sempit di Desa Trunuh membuat dinamika politik nasional kurang tergambar eksplisit. Pembaca yang ingin analisis makro mungkin merasa kurang.
Suasana novel sangat kelam dan penuh tekanan karena mengangkat trauma sejarah dan kekerasan brutal. Deskripsi luka tembak bisa memicu kecemasan bagi pembaca sensitif.
Alur yang lambat dan menekankan refleksi batin tokoh utama berpotensi membuat pembaca yang menyukai tempo cepat merasa jenuh.
Kesimpulan
Novel Katri adalah pencapaian sastra penting dalam merawat ingatan kolektif bangsa terhadap tragedi 1965. Buku ini mengangkat korban dari sekadar angka statistik menjadi manusia utuh.
Katri tidak hanya bercerita tentang rasa sakit, tetapi juga tentang kekuatan cinta seorang ibu dan keteguhan jiwa manusia yang menolak tunduk pada ketakutan.
>>> Lamine Yamal Tak Terobsesi Samai Mbappe dan Messi di Piala Dunia 2026
Identitas buku: Judul Katri, penulis Adeste Adipriyanti, penerbit Kepustakaan Populer Gramedia, terbit 31 Mei 2025, tebal 264 halaman.
Update Terbaru
Transmart Full Day Sale Minggu Ini: Diskon Rak Besi Rp 1 Jutaan
Sabtu / 20-06-2026, 22:46 WIB
PPIH: Haji asal Aceh meninggal di Tanah Suci bertambah jadi 15 orang
Sabtu / 20-06-2026, 22:44 WIB
Wapres AS: Tak Ada Bukti Iran Masih Tutup Selat Hormuz
Sabtu / 20-06-2026, 22:40 WIB
Amanah Aceh Libatkan Warga Kembangkan Melon Golden Alisha
Sabtu / 20-06-2026, 22:36 WIB
NPD Guncang Allo Bank Fest 2026, Debut di Panggung Festival
Sabtu / 20-06-2026, 22:31 WIB
Arsenal Juara Liga Inggris Setelah 22 Tahun, City Imbang
Sabtu / 20-06-2026, 22:31 WIB
Wamen ATR/BPN: Memuliakan sungai berarti memuliakan negara
Sabtu / 20-06-2026, 22:25 WIB
Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Ukraina ke Kilang Minyak Tyumen
Sabtu / 20-06-2026, 22:25 WIB
Jasamarga Transjawa Tol Lakukan Pemeliharaan Berkala di Tol Jakarta-Cikampek
Sabtu / 20-06-2026, 22:25 WIB
Ronaldinho Dikabarkan Gabung Klub Divisi Tiga Italia Ravenna FC
Sabtu / 20-06-2026, 22:24 WIB
BNPB: Dua Kabupaten di Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan
Sabtu / 20-06-2026, 22:24 WIB
Wapres Gibran: Pembangunan di Papua Jadi Prioritas Pemerintah
Sabtu / 20-06-2026, 22:24 WIB
PNM Raih Empat Penghargaan di Indonesia Sustainability Award 2026
Sabtu / 20-06-2026, 22:24 WIB
Amazfit Helio Strap Pro Hadir dengan Sensor Pinggang untuk Analisis Gerakan
Sabtu / 20-06-2026, 22:24 WIB






