Ia menempuh studi kedokteran umum di Universitas Gadjah Mada sekaligus meraih gelar Master of Science dari kampus tersebut.

Pendidikan tingkat doktoral kemudian ia selesaikan dalam bidang Epidemiologi Molekuler di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

in1

Dokter Tifa juga tercatat memiliki pengalaman studi tambahan di Pusat Pengetahuan Layanan Kesehatan yang berada di Norwegia.

Kombinasi keilmuan ini membuatnya aktif sebagai ilmuwan kesehatan, penulis, sekaligus aktivis yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah.

Kompetensinya di bidang epidemiologi dan kedokteran klinis sering dijadikan landasan saat membahas validitas data serta pembuktian ilmiah.

Melalui latar belakang yang berbeda, kedua tokoh ini menggunakan kapasitas akademis masing-masing untuk menganalisis dokumen transparansi pendidikan presiden.

>>> Cargloss hingga KYT Tawarkan Diskon Helm di Jakarta Fair 2026

Penangkapan pada hari yang sama memperlihatkan kesamaan posisi mereka sebagai pengkritik keras jalannya pemerintahan.