Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan akses listrik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini disampaikan melalui program bantuan pemasangan listrik baru yang merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik.

in1

>>> Pengamat: Status RI sebagai Emerging Market jaga kepercayaan investor

"Penyediaan akses penerangan ini juga wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik," ujar Bahlil dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Bahlil menuturkan bahwa akses listrik bagi masyarakat yang belum berlistrik akan memberikan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari.

Selain membantu aktivitas rumah tangga, keberadaan listrik juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi keluarga dan memperluas akses terhadap pendidikan serta informasi.

"Saya kan mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik. Jadi, akses listrik harus bisa dirasakan oleh semua masyarakat.

Bagaimana orang bisa sekolah pintar? Bagaimana orang bisa akses informasi?

Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi?" tuturnya.

>>> Trump Perkirakan Iran Setujui Kesepakatan dalam 60 Hari

Menurut Bahlil, negara wajib hadir ketika masyarakat membutuhkan penerangan, terutama di wilayah yang secara komersial belum layak untuk pengembangan jaringan listrik karena jumlah pelanggan sedikit dan investasi besar.

Bahlil hadir dalam penyalaan perdana bantuan pemasangan sambungan listrik baru di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Selain menyalakan saklar secara simbolis, Menteri ESDM juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.

Program Lisdes dan BPBL merupakan upaya sistematis dan terencana yang dijalankan pemerintah bersama PT PLN untuk menghadirkan listrik di wilayah yang belum terjangkau.

Sasaran utamanya adalah masyarakat di daerah terpencil, terisolir, atau lokasi yang belum tersentuh jaringan listrik PLN.

Hingga 2025, realisasi Program Lisdes telah mencakup 1.403 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua Selatan.

>>> Jepang Naikkan Biaya Visa hingga Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026

Sementara itu, bantuan pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat kurang mampu telah terealisasi untuk 220.845 rumah tangga, dengan 19.161 rumah tangga di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.