Seorang sales promotion girl (SPG) swalayan di Solo bernasib pilu. Ia dipecat setelah menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pembeli yang diduga guru SD.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/6/2026) di sebuah swalayan di Solo. Pelaku merekam bagian bawah rok korban secara diam-diam menggunakan ponsel.

in1

>>> Lowongan Kerja Astra Daihatsu 2026 untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya

Korban berinisial C (25) baru sadar setelah diberi tahu pengunjung lain. Ia lalu mengecek rekaman CCTV dan menjadikannya bukti.

Laporan polisi baru dibuat pada Kamis (18/6/2026). Namun, sehari sebelumnya, C sudah diberhentikan secara sepihak oleh manajemen.

Alasan Pemecatan Dinilai Janggal

Kuasa hukum C, Kevin Adia Primatama, mengatakan pemecatan dilakukan tiba-tiba dengan alasan target penjualan tidak terpenuhi.

>>> BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

"Tapi kurang masuk akal karena penjualannya sebenarnya masih tergolong bagus. Apalagi ini SPG event yang baru berjalan 15 hari dari kontrak sebulan," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Akibat pelecehan dan pemecatan, korban mengalami syok. Ia sempat kecewa, namun akhirnya legowo.

Pemkot Surakarta Turun Tangan

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, mendatangi korban di Mapolresta Solo pada Jumat (19/6/2026).

>>> Bareskrim Tahan Founder PT DSI, Terlibat Aktif dalam Proyek Fiktif

Langkah itu untuk memberikan dukungan dan mengupayakan pekerjaan baru bagi C. Kasus ini kini diproses hukum oleh Polresta Solo.