"Saya melihat jalan salib itu memiliki nilai yang sangat dalam, tetapi yang mengenal hanya kalangan terbatas terutama hanya umat Katolik.

>>> Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI

in1

Padahal, jika diasosiasikan dengan tokoh Punakawan yang sangat bersahabat dengan masyarakat mungkin lebih gampang dipahami," jelas Butet.

Dari total 14 lukisan, bingkai nomor sembilan dipilih untuk diserahkan secara simbolis karena memuat visualisasi seluruh karakter Punakawan secara utuh.

"Nomor 9 itu angka mujur, dan kebetulan di dalam frame ke-9, tokoh Punakawannya keempat-empatnya ada semua.

Jadi itu menggambarkan sosok Punakawan itu komplit, ada dalam satu frame," pungkas Butet.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, mengungkapkan bahwa Kardinal Parolin menyambut baik karya seni tersebut saat pertama kali ditunjukkan di kantornya.

"Saat kami bertemu Kardinal Parolin di kantornya, kami tunjukkan kepadanya lukisan itu. Kardinal Parolin sangat senang melihatnya serta mengatakan akan membantunya," ungkap Michael Trias Kuncahyono.

Dubes Trias juga menilai momentum penyerahan langsung ini sebagai pencapaian yang luar biasa bagi dunia seni dan diplomasi Indonesia.

"Yang lebih menyenangkan Butet dapat menyerahkan langsung.

Saya kira, setahu saya, ini peristiwa pertama, seorang seniman Indonesia menyerahkan karyanya sendiri, langsung ke Paus saat audiensi umum di Vatikan," jelas Trias.

Apresiasi ini ditujukan tidak hanya kepada sang seniman, melainkan juga bagi representasi kebudayaan nasional di kancah internasional.

>>> BKKBN Sumsel Tekan Fatherless Lewat Program Gemar Ayah Ambil Rapor

"Ini sangat membanggakan, bukan saja bagi pelukisnya, Butet, tetapi juga bagi kita warga negara Indonesia," tambah Trias.