Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, kembali menyuarakan sikap kritis terhadap aksi militer Amerika Serikat di Iran.

Pernyataan itu disampaikan di atas pesawat kepausan dalam penerbangan menuju Spanyol, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

>>> Kebijakan Pemerintah dan Rupiah Lebih Tekan IHSG daripada Efek MSCI

Wajah Paus berubah serius saat awak media menanyakan perselisihannya dengan pemerintah AS terkait perang di Iran.

Ia diminta menanggapi Wakil Presiden AS JD Vance yang menggunakan pemikiran Santo Agustinus untuk melegitimasi konflik sebagai perang yang adil.

Sebagai biarawan ordo Agustinian, Paus Leo XIV menolak keras pengutipan pemikiran mentor teologisnya untuk membenarkan tindakan militer.

"Saya rasa hal ini sudah dinyatakan dengan sangat jelas: tidak ada perang yang adil di sana," tegas Paus.

Ia menambahkan bahwa teori perang adil berasal dari abad lampau dan belum mempertimbangkan jenis senjata serta kapasitas kehancuran manusia saat ini.

Hubungan Vatikan dan Washington terus menegang dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump berulang kali menunjukkan kekesalan terhadap Paus Leo XIV, paus pertama asal Amerika.

Sejak terpilih pada 2025, Paus Leo XIV cenderung menjaga profil rendah dan tidak sevokal pendahulunya, Paus Fransiskus, dalam isu sensitif seperti migrasi.

Namun, kritik tajamnya terhadap kebijakan militer AS memicu kecaman langsung dari Trump di media sosial. Ketegangan ini bahkan menyeret Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Meloni, sekutu Trump, mengkritik makian presiden AS kepada Paus sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Sikap itu membuat Meloni ikut menjadi sasaran amarah Trump.

Menghadapi situasi ini, Paus Leo XIV memilih mempertahankan prinsipnya tanpa terperosok ke dalam aksi saling balas yang berkepanjangan.