Program ini tidak boleh hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga harus mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan pada ekosistem pangan daerah," kata Jimmy.

Dengan demikian, ketimpangan akses pangan dapat dicegah dan distribusi bahan pangan menu MBG menjadi relevan dengan preferensi masyarakat lokal.

in1

Menurut Jimmy, desain MBG tidak boleh berhenti pada pembagian makanan semata. Program perlu diarahkan untuk menciptakan perubahan perilaku jangka panjang melalui edukasi gizi berkelanjutan.

Penerima manfaat perlu dibekali pemahaman mengenai pemilihan makanan bergizi seimbang dan konsumsi pangan lokal yang sehat.

Dengan demikian, MBG tidak hanya mengatasi masalah gizi jangka pendek, tetapi juga membangun budaya konsumsi pangan sehat yang berkelanjutan.

Keduanya menilai reformasi MBG harus diarahkan pada tata kelola yang lebih transparan, partisipatif, dan berbasis bukti.

Evaluasi program juga harus berfokus pada dampak nyata, seperti perbaikan status gizi penerima manfaat, pengurangan kesenjangan akses pangan bergizi, penguatan ketahanan pangan lokal, serta peningkatan pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan.

>>> OJK: Kenaikan BI-Rate 100 bps Berpotensi Tahan Penurunan Bunga Kredit

"Pergantian pimpinan BGN harus menjadi momentum untuk memperbaiki akar persoalan tata kelola MBG agar tujuan program dapat tercapai secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan, serta akuntabel dan transparan," kata Natasya.