Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak langsung pada tarif wisata Lava Tour Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Operator wisata menaikkan tarif paket jip rata-rata sekitar Rp50 ribu per unit untuk menutup lonjakan biaya operasional.

in1

>>> Pelanggan Restoran Yunani AS Kaget Ditagih Rp690 Ribu untuk 13 Gelas Jus Jeruk

Operator KAS (Kaliurang Amazing Story), Aprin Triana, mengatakan tarif paket wisata Lava Tour Merapi yang sebelumnya sekitar Rp400 ribu per unit jip kini naik menjadi Rp450 ribu hingga Rp500 ribu.

Menurut dia, kenaikan tarif tidak terlepas dari melonjaknya harga BBM yang digunakan armada wisata.

Harga Pertamax yang menjadi bahan bakar utama sebagian besar jip naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara harga bahan bakar diesel juga meningkat hingga berkisar Rp23 ribu sampai Rp24.800 per liter.

Meski biaya operasional meningkat, daya tarik wisata jip Merapi tak sepenuhnya surut.

Pada Senin (15/6/2026) pagi ada dua bus besar pelat Bogor dan Jakarta membawa wisatawan ke Merapi, belum termasuk dua travel sedang dan belasan mobil pribadi dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

>>> Indonesia dan Kuwait Perkuat Kerja Sama Ekonomi serta Ketahanan Energi

Sejarah dan Perkembangan Wisata Jip Merapi

Menurut Aprin, wisata jip Merapi mulai berkembang pada 2012, tidak lama setelah erupsi besar Merapi pada 2010. Awalnya, kendaraan tersebut digunakan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak bencana.

Dari aktivitas sederhana itu, wisata Lava Tour Merapi berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat lereng gunung.

Saat ini terdapat sekitar seribu jip yang memiliki izin operasional di kawasan Merapi, tersebar di sekitar 25 basecamp operator wisata.

Di KAS Adventure sendiri terdapat 33 armada jip. Sebanyak 23 unit aktif beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses perbaikan.

Salah satu pemandu wisata, Juhari, yang bekerja sejak 2021, menjelaskan berbagai titik destinasi seperti Batu Alien. Batu tersebut merupakan bongkahan batu raksasa hasil erupsi Merapi 2010.

>>> Presiden Prabowo Panggil 93 Petinggi Himbara ke Istana Bahas Perbankan

Meski tarif mengalami kenaikan, Aprin mengatakan minat wisatawan masih cukup tinggi. Menariknya, periode paling ramai justru bukan saat akhir pekan, melainkan hari kerja dan pagi hari.