Beredar Lowongan Peserta Aksi Bayaran Rp40 Ribu, Diminta Berpenampilan Mahasiswa

Sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menawarkan pekerjaan sebagai peserta aksi unjuk rasa berbayar ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan tersebut menyita perhatian setelah memuat informasi mengenai perekrutan peserta dengan bayaran Rp40 ribu.

Informasi itu beredar melalui unggahan akun media sosial pada 18 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, ditampilkan isi pesan yang mengajak sejumlah orang untuk mengikuti aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.

in1

Pesan tersebut mencantumkan sejumlah syarat bagi calon peserta. Selain rentang usia 16 hingga 25 tahun, peserta laki-laki maupun perempuan diminta memiliki penampilan yang menyerupai mahasiswa.

Mereka juga diwajibkan mengenakan almamater atau kemeja rapi saat mengikuti kegiatan yang disebut sebagai aksi damai tersebut.

Dalam isi pesan yang beredar, tertulis bahwa peserta yang hadir akan memperoleh imbalan sebesar Rp40 ribu. Perekrutan dilakukan melalui nomor kontak yang dicantumkan dalam pesan tersebut.

Unggahan mengenai lowongan peserta aksi itu kemudian menyebar luas dan menarik perhatian warganet. Hingga Jumat siang, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 147 ribu kali.

>>> Ekonom: Prospek Bunga Kredit Bank Akan Mendatar dan Naik Selektif

Warganet Soroti Nilai Bayaran dan Keaslian Peserta Aksi

Kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan. Sebagian pengguna media sosial menilai nominal yang ditawarkan terlalu kecil jika dibandingkan dengan pekerjaan harian lain.

Ada pula yang mempertanyakan alasan seseorang bersedia mengikuti aksi dengan bayaran tersebut. Beberapa komentar bahkan menyinggung persoalan integritas dan dampak yang mungkin muncul dari keterlibatan dalam aksi berbayar.

Selain itu, sejumlah pengguna menilai peserta yang direkrut hanya untuk memenuhi jumlah massa biasanya mudah dikenali. Menurut mereka, orang yang tidak memahami substansi tuntutan aksi cenderung kesulitan menjawab ketika ditanya mengenai tujuan demonstrasi yang diikuti.

Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan asal-usul pesan tersebut maupun pihak yang diduga berada di balik perekrutan peserta aksi yang beredar di media sosial.